Siap-Siap, Ribuan Lowongan Kerja Bakal Dibuka di Kawasan Industri Terpadu Batang

Nasional | ayosemarang | Published at Kamis, 22 April 2021 - 12:26
Siap-Siap, Ribuan Lowongan Kerja Bakal Dibuka di Kawasan Industri Terpadu Batang

BATANG, AYOSEMARANG.COM -- Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang digadang-gadang menjadi sentra industri baru, yang diharapkan bisa menjadi magnet para investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.

KIT Batang juga diharapkan dapat menciptakan banyak lapangan kerja, yang akan menyerap ribuan tenaga kerja.

AYO BACA : Jokowi: Mei 2021, Groudbreaking Industri Kaca Terbesar Asia Tenggara di KIT Batang

Sejumlah penanam modal asing (PMA) pun mulai melirik kawasan yang terletak di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang, Jawa Tengah ini.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, KCC Glass industri manufaktur besar asal Korea akan menjadi pabrik pertama yang dibangun di KIT Batang pada Mei mendatang.

AYO BACA : Ganjar Pranowo Dampingi Jokowi Cek Pembangunan Kawasan Industri Batang

Saya kira Pak Presiden menyambut baik progres yang ada termasuk potensi relokasi industri di Batang, beberapa investor juga sudah indent untuk bisa berinvestasi di kawasan ini, yang pasti nanti ada KCC Glass bulan Mei mulai dibangun, kemudian lanjut LG dan Wavin, tutur Bupati Wihaji, usai mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau progres KIT Batang, Rabu 21 April 2021.

Wihaji mengatakan terpilihnya Kabupaten Batang menjadi lokasi kawasan industri terpadu menjadi nilai keuntungan bagi Pemkab maupun masyarakat.

Ini semangatnya adalah cipta lapangan kerja munculnya berbagai industri baru akan menjadi peluang untuk masyarakat Batang khususnya menyerap tenaga kerja, juga akan berdampak baik untuk PAD, ujarnya.

Untuk menyambut KIT Batang, pihaknya akan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni agar bisa bersaing dan layak menjadi prioritas masuk di industri-industri yang ada di KIt Batang.

Warga Batang akan menjadi prioritas, untuk itu SDMnya harus siap, pungkasnya.

AYO BACA : Disdikbud Batang Evaluasi PTM, 65 Persen Guru Sudah Divaksin

Artikel Asli