Kali Ini Direktur PT SAM Mangkir dari Pemeriksaan Kasus Jagung

Nasional | lombokpost | Published at Kamis, 22 April 2021 - 10:55
Kali Ini Direktur PT SAM Mangkir dari Pemeriksaan Kasus Jagung

MATARAM -Kejati NTB masih melengkapi berkas penyidikan dugaan korupsi pengadaan benih jagung tahun 2017. Rabu (21/4/2021), penyidik memanggil dua tersangka untuk diperiksa. Yakni Direktur PT WBS berinisial LIH dan Direktur PT SAM berinisial AP.

Tersangka LIH dijemput jaksa dari sel tahanan Polda NTB menggunakan mobil tahanan Kejati NTB. Dia tiba di Kantor Kejati NTB sekitar pukul 09.00 Wita. Mengenakan kemeja putih dengan dikawal jaksa.

LIH selesai diperiksa sekitar pukul 13.00 Wita. Saat ditanya mengenai materi pemeriksaan LIH tidak menjawab apa pun. Dia mempercepat langkahnya menuju mobil tahanan Kejati NTB.

Sementara itu, Direktur PT SAM berinisial AP tidak terlihat sama sekali. Hingga jam kerja jaksa Kejati NTB berakhir, AP tidak kunjung datang ke Kantor Kejati NTB.

Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan membenarkan dua tersangka dijadwalkan diperiksa. Yakni, AP dan LIH. Namun, hanya LIH yang diperiksa. “Karena LIH sudah ditahan makanya lebih cepat proses pemeriksaannya,” kata Dedi.

Terkait materi pemeriksaannya, Dedi enggan membeberkan. Karena itu rahasia penyidikan. ”Saya hanya membenarkan kalau ada pemeriksaan tersangkaa korupsi benih jagung. Itu saja yang saya terima laporannya,” kata.

LIH diperiksa sebagai tersangka. Memungkinkan LIH bakal dimintai keterangan lagi sebagai saksi dalam berkas tersangka lain. ”Ya, kan karena berkas masing-masing tersangka dipisah,” terangnya.

Sedangkan,  tersangka AP dianggap mangkir. Karena tidak hadir tanpa keterangan. “AP baru sekali mangkir. Sebelumnya, kita sudah panggil dua kali, tetapi keterangannya masih menjalani masa isolasi mandiri,”  beber Dedi.

Dalam waktu dekat, penyidik bakal memanggil kembali AP.  Namun, pemanggilannya masih dilakukan secara patut. Belum pemanggilan paksa. ”Aturannya, kalau tiga kali dipanggil, lalu mangkir, patut kita lakukan pemanggilan secara paksa,” tegasnya. (arl/r1)

Artikel Asli