Ega Rizky: Bangga Pernah Dilatih Bersama Legenda

Nasional | radarjogja | Published at Kamis, 22 April 2021 - 10:44
Ega Rizky: Bangga Pernah Dilatih Bersama Legenda

RADAR JOGJA- Banyak momen yang dilalui Penjaga Gawang PSS sleman Ega Rizky dan Coach Bejo, panggilan akrab Listianto. Salah satu yang paling dikenang ayah 1 anak ini adalah ketika hari pertandingan tiba.

Motivasi dan pesan yang disampaikan Coach Bejo, rupanya dapat memberi ketenangan sehingga para pemain pun dapat berlaga dengan lepas tanpa beban.

“Setiap mau masuk pertandingan dia selalu bilang main enjoy main lepas tanpa beban. Apapun yang terjadi nanti, mau baik atau buruk yang bertanggung jawab beliau. Jadi kiper sudah merasa nyaman, sudah ada yang back up.

Misal saat itu saya blunder atau apapun, beliau selalu ada paling depan,” kenang penjaga gawang PSS Sleman, Ega Rizky tentang Listianto Raharjo yang juga mantan penjaga gawang timnas meninggal dunia Selasa(20/4) di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur di Surabaya pukul 23.00 WIB.

Sejak tahun 2018, tepatnya ketika Super Elja promosi ke Liga 1, Ega dan para penjaga gawang PSS mulai dilatih oleh Coach Bejo. Pembawaannya yang santai dan asik rupanya berpengaruh banyak pada Ega dan kawan-kawan.

Ega Rizky, penjaga gawang PSS tak menyangka ketika mendapat kabar duka tersebut. Pasalnya, belum lama ini Ega dan almarhum masih menjalin komunikasi.

“Kemarin baru WhatsApp dan berkabar, tahu-tahu beliau sudah tidak ada. Perasaan sehat-sehat saja, apalagi beliau dari dulu memang selalu percaya diri dengan kebugarannya,” katanya, Kamis (22/4)

Komunikasi terakhir Ega dengan Coach Bejo itu terjadi pasca pertandingan melawan Bali United di babak 8 besar Piala Menpora.

Beliau bilang bangga dengan kinerja saya pribadi, saat tampil gemilang dengan berhasil menghalau 2 tendangan dan membawa PSS melaju ke semifinal.

“Beliau mengapresiasi penuh dan selalu mendukung. Itu kata-kata terakhirnya,”kenangnya.

Bagi Ega, almarhum Bejo orang yang unik, berbeda dengan pelatih kiper lainnya. Selain baik sekali dengan para penjaga gawang, ia juga selalu enjoy. Membuat suasana senyaman mungkin sehingga kiper yang dilatihnya mendapatkan feel latihannya.

Ega menambahkan, ia sempat kembali membuka percakapan dengan coach Bejo, kembali membaca lagi. “Ini ternyata jadi pesan terakhir dari dia. Aku juga bingung mau ngomong apa,” kata Ega dengan raut wajah sedih. (sky)

Artikel Asli