Rektor Unair: Vaksin Merah Putih Siap Diproduksi pada 2022

Nasional | urbanasia.com | Published at Kamis, 22 April 2021 - 09:27
Rektor Unair: Vaksin Merah Putih Siap Diproduksi pada 2022
"

Surabaya - Pandemi COVID-19 telah menginspirasi banyak pihak untuk melakukan terobosan dan inovasi penanganan dan pencegahan, seperti yang dilakukan Universitas Airlangga ( Unair ).xc2xa0

Rektor Unair, Moh Nasih menjelaskan, Vaksin Merah Putih buatan kampusnya kini memasuki babak baru. Vaksin COVID-19 ini memasuki uji preklinik pada hewan besar, seperti D614G, B117, E484K dan B1525. Uji preklinik pada hewan besar ini telah dilakukan sejak 9 April 2021 lalu.xc2xa0

"Kami sedang dalam proses persiapan dan semuanya dilakukan dengan baik atas rekomendasi dari BPOM," katanya.

Sebelum masuk uji klinis hingga proses produksi massal, tim peneliti akan mengamati vaksin secara mendalam. Ini guna menghindari efek yang berbahaya. Seperti kasus penggumpalan darah. Tahap selanjutnya akan dilakukan uji klinis pada manusia, dan kemudian diproduksi massal untuk memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19.

Terkait kapan vaksin akan diproduksi, Nasih mengatakan, jika vaksin mulai bisa digunakan tahun depan atau 2022.xc2xa0

xe2x80x9cMengenai kapan vaksin bisa digunakan, diperkirakan sekitar 10 hingga 11 bulan. Karena tahap praklinis bukanlah tahap yang sederhana dan singkat. Jadi proses ini masih panjang agar vaksin benar-benar bisa efektif. Mohon doanya bersabar dan semoga vaksin Merah Putih bisa segera digunakan semua pihak,xe2x80x9d bebernya.xc2xa0

Sementara itu, Koordinator Produk Riset COVID-19, Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan, jika perjalanan riset Vaksin Merah Putih Unair merupakan perjalanan panjang dengan melibatkan tim besar.

Dijelaskannya, yakni dimulai dari pengumpulan kandidat vaksin sebanyak delapan platform, hingga akhirnya mengambil tiga platform, yakni classical, nextgeneration, inactivated virus.

"Jadi, intinya guna mendapatkan bagian protein dari virus yang merupakan bagian antigen dan disuntikkan untuk tubuh kita mendapatkan antibodi," tandasnya.

"'
Artikel Asli