Bank Indonesia Jateng Genjot Penukaran Uang Jelang Lebaran 2021

Nasional | ayosemarang | Published at Kamis, 22 April 2021 - 08:41
Bank Indonesia Jateng  Genjot Penukaran Uang Jelang Lebaran 2021

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Menjelang Lebaran 2021, Bank Indonesia Jateng mulai menggenjot sistem penukaran uang. Pandemi Covid-19 membuat BI Jateng bersinergi dengan berbagai perbankan di Jawa Tengah untuk menyediakan layanan penukaran uang agar menghindari terjadinya penularan virus.

Kepala Perwakilan Kantor Wilayah (KPw) BI Jawa Tengah, Pribadi Santoso mengungkapkan, nantinya akan ada 114 titik penukaran uang di Jawa Tengah dengan 56 Bank. Dari semua titik tersebut penukaran difokuskan di perbankan.

“Memang nanti ada kas keliling tapi kami utamakan yang bank,” terang Pribadi.

AYO BACA : Bank Indonesia Jateng Ajak Masyarakat untuk Lebih Cinta dan Bangga Rupiah

Untuk Idul Fitri tahun ini Pribadi memaparkan bahwa Bank Indonesia Jateng telah menyediakan uang sebanyak Rp22,1 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini meningkat dari Idul Fitri tahun lalu yang hanya Rp15,56 triliun.

“Sementara untuk uang karta kami sudah menyediakan sekitar 7,4 triliun,” ungkap Pribadi.

Dari jumlah yang digelontorkan tadi, Pribadi menyimpulkan bahwa uang yang disediakan oleh Bank Indonesia bisa dikatakan lebih dari cukup. Jadi tidak perlu khawatir dengan adanya uang tidak layak edar.

AYO BACA : Penyebab Berat Badan Malah Naik Selama Puasa

Ketersediaan uang di tahun 2021 ini naik karena kondisi ekonomi masyarakat sudah meningkat. Namun kendati demikian hal ini menurut Pribadi Santoso belum bisa dikatakan pulih sebagaimana sebelum pandemi.

“Beberapa indikator yang menandai ekonomi mulai membaik adalah pada sektor usaha retail,  purchasing manufacturing indeks dan indeks pembelian oleh manajer. Kemudian juga membaiknya negara-negara mitra dagang yang memicu meningkatnya ekspor-impor,”jelasnya.

Maka bertepatan dengan momen lebaran nanti, Pribadi Santoso mengajak berbagai perbankan di Jawa Tengah untuk mendorong layanan penukaran uang layak edar. Sebab hal ini juga akan berperan untuk mendukung pemulihan ekonomi di masyarakat.

“Uang dari kami juga aman. Kami mensterilkan uang dulu sebelum diedarkan. Jadi jangan khawatir akan penyebaran Covid-19,” tambah Pribadi.

Sementara terkait adanya isu uang palsu yang selalu menyertai momen penukaran uang ini, Pribadi menyebut hal itu bukan permasalahan yang besar bagi ketersediaan uang. Namun yang harus diwaspadai adalah kekhawatiran masyarakat atas isu ini.

AYO BACA : Jelang Lebaran, Bank Indonesia Jateng Genjot Distribusi UPK 75

Artikel Asli