LBM Eijkman: Vaksin Merah Putih Masih Efektif

Nasional | harianhaluan | Published at Kamis, 22 April 2021 - 07:48
LBM Eijkman: Vaksin Merah Putih Masih Efektif

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Merespons kemunculan beberapa mutasi Covid-19 seperti B117 hingga E484K yang muncul di Tanah Air, Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman menyatakan vaksin Merah Putih yang sedang dikembangkan belum perlu dilakukan penyesuaian dan masih efektif melawan Covid-19.

Kepala LBM Eijkman, Amin Sobandrio, mengatakan, varian baru Covid-19 bisa mempengaruhi efikasi vaksin kalau virus mutan mendominasi seluruh virus yang ada di Indonesia. Meski beberapa mutasi virus sudah ditemukan, Amin menilai jumlahnya masih sedikit. Mutasi virus di Tanah Air dinilainya belum mempengaruhi efikasi vaksin.

Artinya, kata Amin, sekarang belum saatnya menyesuaikan vaksin Covid-19, baik yang ada maupun yang sudah dikembangkan. “Namun, jika varian baru Covid-19 yang ditemukan semakin banyak maka harus mempertimbangkan efikasi vaksin,” kata dia, Rabu (21/4), seperti dilansir Republika.

Saat ini, beberapa mutasi Covid-19 seperti B117 hingga E484K diketahui telah ada di Indonesia. Sebagai ilustrasi, Amin mencontohkan, penelitian di beberapa negara menyebutkan bahwa varian baru B1351 yang terjadi di sana membuat penurunan efikasi vaksin sekitar 10 persen. Tapi karena efikasi masih di atas 50 persen, maka vaksin dinilai masih bisa digunakan.

Terkait perkembangan vaksin Merah Putih, Amin menyebut, kini dalam proses pengalihan ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penghasil vaksin Bio Farma. Proses ini sudah dilakukan sejak Januari dan masih terus berjalan hingga sekarang.

Sementara Bio Farma juga menyiapkan tahap yang lain seperti uji pra klinis dan uji klinis vaksin ini. Sejauh ini, Eijkman masih memegang time line pengembangan vaksin. LBM Eijkman berharap uji pra klinis pada hewan bisa dilakukan pada pertengahan tahun, kemudian uji klinis yang disuntikkan pada relawan masyarakat ditargetkan bisa dimulai pada kuartal keempat tahun ini.

“Kemudian izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan diharapkan bisa diperoleh pada Juni 2022,” ujar dia.

Pemerintah memastikan varian baru virus Covid-19, yakni strain B 1617 tidak masuk ke Indonesia. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, sampai hari ini tidak ditemukan varian B1617 di seluruh sampel whole genome sequencing (WGS) yang dilakukan pemerintah, per 19 April 2021.

“Untuk membendung imported case yang merupakan bagian dari pengendalian Covid yang berjenjang di Indonesia maka sudah diatur pelarangan arus masuk pelaku perjalanan internasional, baik WNA yang memenuhi syarat atau WNI,” ujar Wiku.

Varian baru B 1617 ini diketahui punya andil besar dalam meledaknya kembali kasus Covid-19 di India saat ini. Strain B 1617 lebih dulu ditemukan pada 73 kasus Covid-19 di Inggris dan empat kasus di Skotlandia.

Mutasi merupakan hal yang cukup umum pada sebagian besar virus. Akan tetapi, kombinasi dua mutasi yang teradapat pada strain B 1617 dinilai mengkhawatirkan karena membuat lebih menular dan lebih pandai dalam menghindari antibodi yang terbentuk akibat infeksi sebelumnya atau vaksinasi. (*)

Artikel Asli