Dipengaruhi Hormon Kortisol, Ikuti 7 Tips Redam Marah Selama Berpuasa

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 22 April 2021 - 04:10
Dipengaruhi Hormon Kortisol, Ikuti 7 Tips Redam Marah Selama Berpuasa

JawaPos.com – Salah satu makna berpuasa adalah bisa menahan lapar dan haus serta mengendalikan hawa nafsu. Paling sulit adalah mengendalikan amarah.

Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, mengatakan, marah adalah reaksi emosi yang bila tidak dikendalikan akan menimbulkan masalah. Penyebab marah bisa apa saja, biasanya adalah sedih, rasa kecewa, frustasi, penilaian sendiri, penolakan, rasa takut, cemburu atau iri, perlakuan tidak adil.

“Semuanya itu akan mengaktifkan Amigdala, bagian otak yg mengontrol emosi. Selanjutnya amigdala lalu Hipotalamus, Pituitary Gland (hipofisis), Adrenal Gland, memicu hormon Stres, yaitu kortisol, adrenaline, dan noradrenaline,” kata dr. Lahargo yang Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor dan RS. Siloam Bogor kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Menurutny,  peningkatan hormon stres kortisol menyebabkan banyak sel saraf yang mati terutama di beberapa bagian. Prefrontal Cortex (PFC), bagian otak ini penting bagi seseorang dalam membuat suatu keputusan yg baik dan perencanaan tindakan.

Gangguan pada area otak ini menyebabkan orang yang marah sering membuat keputusan buruk yang kemudian disesali nya. Lalu hipokampus, bagian otak yang mengatur memori. Ini menyebabkan orang yang marah tidak ingat apa yang diucapkan dan dilakukannya.

“Peningkatan hormon stres kortisol akan mengurangi hormon serotonin dalam otak, yaitu hormon yang membuat seseorang bahagia. Penurunan hormon serotonin ini akan menyebabkan seseorang menjadi lebih mudah marah, sensitif, galau, baper, dan bisa berujung pada tindakan agresi atau perilaku kekerasan. Tidak jarang yang kemudian juga menjadi depresi,” katanya.

Organ Terganggu Saat Marah

Hormon stres yang meningkat karena marah tadi pun bisa mempengaruhi berbagai sistem organ di dalam tubuh.Apa saja?

Sistem kardiovaskuler

Tekanan darah dan denyut jantung meningkat, glukosa darah meningkat. Apabila marah tersebut berlangsung lama dan terus menerus maka gangguan pada sistem kardiovaskuler ini dapat menyebakan stroke dan serangan jantung.

Sistem imun

Akan menurun sehingga menyebabkan orang sering marah mudah terkena penyakit.

Bola Mata

Rekanan pada bola mata meningkat sehingga orang yang marah sering merasa migrain atau sakit kepala

Densitas tulang menurun

Sistem pencernaan terganggu

Solusinya

Marah yang terlalu hebat dan terus menerus berulang jelas akan sangat mengganggu. Menurut dr. Lahargo, marah bisa diredam dengan melakukan ‘Anger Management’ (manajemen marah) untuk dapat mengontrol marah agar tidak terjadi hal yang merugikan. Begini caranya :

1. Apa Pemicunya

Kenali ‘triggers’ yang memicu marah dan menghindarinya

2. Hindari

Tinggalkan segera situasi, keadaan, tempat saat marah terjadi, tenangkan diri sampai terjadi ‘cooling down’

3. Tarik Napas

Tarik napas dalam beberapa kali, untuk memberi kesempatan saraf otak mendapatkan oksigen shg lebih relax

4. Alihkan

Alihkan dengan melakukan kegiatan yg menggunakan energi seperti berolahraga, bermain musik, membersihkan, jalan.

5. Bicara

Berbicara dengan orang yg mau mendengarkan dengan baik supaya terjadi ventilasi.

6. Cari Hal Menyenangkan

Cari hal-hal yang menggembirakan, lucu dan menyenangkan, seperti menonton film, dengar musik yg easy listening, ngobrol dengan teman.

7. Konseling

Konsultasikan pada profesional bila sulit mengatasi marah karena ada intervensi khusus yang bisa diberikan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Asli