Masjid Vadodara Gujarat Berubah Jadi Fasilitas Covid-19

Nasional | republika | Published at Kamis, 22 April 2021 - 00:40
Masjid Vadodara Gujarat Berubah Jadi Fasilitas Covid-19

IHRAM.CO.ID, NEW DELHI -- Sebuah masjid di Vadodara Gujarat, India menjadi tempat bagi pasien Covid-19. Masjid tersebut dapat menampuang hingga 50 pasien yang sedang berjuang melawan virus corona.Dilansir dari India Times, Rabu (21/4), kasus Covid-19 terus meningkat drastis di India setiap hari.

Kekurangan sumber daya dan fasilitas untuk menangani pasien menjadi sebuah perjuangan. Bantuan sekecil apapun disambut dengan gembira. Masjid di Gujarat's Vadodara yang berada di Jahangirpura menawarkan bantuan menjadi fasilitas Covid-19.

Menurut otoritas masjid, kekurangan fasilitas Covid-19 menginspirasi mereka untuk mengubah masjid sebagai tempat perawatan pasien Covid-19. Apalagi rumah sakit di daerah tersebut sudah banyak yang penuh dan tak mampu menampung pasien Covid-19 lagi. Irfan Sheikh, salah seorang wali masjid menyebutkan bahwa perpindahan tersebut dilakukan selama bulan Ramadhan. "Karena kekurangan ini, kami memutuskan untuk mengubah masjid menjadi fasilitas Covid-19 yang dapat menampung sekitar 50 tempat tidur. Apa yang lebih baik dari bulan Ramadhan untuk melakukan ini,” kata Sheikh dilansir dari India Times, Rabu (21/4).

Rumah sakit sipil di Gujarat memiliki antrean panjang ambulans yang membawa pasien virus corona berbaris di luar. Otoritas negara mengatakan bahwa fasilitas tersebut secara ketat mematuhi prosedur dan protokol Covid-19 sebelum menerima siapa pun.

Negara ini menyaksikan kehancuran dalam sistem perawatan kesehatan, karena melonjaknya kasus Covid-19 pada gelombang kedua pandemi. Pasien berjuang untuk mendapatkan tempat tidur rumah sakit, tabung oksigen, ventilator - juga kekurangan obat-obatan termasuk Remdesivir.

Sekarang, orang kehilangan nyawa bukan hanya karena Covid-19 tetapi juga karena kurangnya perhatian medis yang sangat dibutuhkan. India melaporkan lonjakan satu hari tertinggi dalam kematian terkait Covid-19 dengan 1.761 kematian. Saat ini, negara memiliki lebih dari 2 juta kasus aktif.

Artikel Asli