Dibacok Orang Tak Dikenal, Remaja di Kosambi Tangerang Tewas Mengenaskan

Nasional | bantennews.co.id | Published at Kamis, 22 April 2021 - 00:02
Dibacok Orang Tak Dikenal, Remaja di Kosambi Tangerang Tewas Mengenaskan

KAB. TANGERANG – Suasana berkabung masih menyelimuti keluarga Rehan Rahmat, remaja yang tewas ditikam, pada Senin (19/4/2021) dini hari. Rehan ditikam oleh orang tidak dikenal hingga nyawanya tidak terselamatkan.

Kekinian, pria berusia 19 tahun itu sudah dimakamkan oleh keluarganya, di kawasan Dadap, Kabupaten Tangerang.

Keluarga Rehan tinggal di Kampung Dadap Sawah RT 005 RW 004, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Bendera kuning masih terpampang di depan rumah Rehan. Rumah itu berada di dalam gang sempit yang hanya cukup dilewati satu motor.

Saat wartawan mengunjungi rumah korban, kedua orangtua kandungnya bernama Ujang Rachmat dan Mursina mengaku masih tidak menyangka putranya tewas dengan tragis.

“Dia lahir di hari Senin tanggal 19 dan meninggal di hari yang sama dengan tanggal kelahirannya. Tapi kenapa (meninggal) bisa dengan tragis,” kata Ujang, Rabu (21/4/2021).

Ujang tidak berhentinya meneteskan air mata karena masih selalu mengingat putranya. Bahkan, bapak tiga anak ini mengaku tidak berpuasa karena masih sedih.

“Saya tidak berpuasa. Sejak kematian Rehan, dari pagi sampai malam selalu menangis. Seolah tidak kuat menerima hal ini,” ungkapnya.

Ujang pun menceritakan sebelum peristiwa putranya ditikam hingga tewas. Dia menyebut, Rehan sebelumnya pamit keluar rumah bersama temannya, Minggu (18/4/2021).

“Dia pamit sama ibunya karena disamperin temannya ke sini sekitar pukul 06.00 WIB. Bilangnya keluar main sama teman itu. Kalau saya saat itu masih tidur, jadi enggak tahu keluarnya,” jelasnya.

Pria yang berprofesi driver ojek online ini menuturkan bersama istrinya tidak memiliki firasat apapun saat Rehan keluar rumah.

Namun, Ujang mulai merasa cemas saat Rehan pulang ke rumah setelah mengojek tengah malam. Ia lantas menanyakan kepada sang istri.

“Saya sampai coba telepon beberapa kali anak saya, tapi tidak diangkat,” sebutnya.

Selang beberapa jam, sekitar pukul 01.30 WIB, Ujang mendapat kabar putranya terkena bacok. Kabar itu dari salah seorang teman putranya.

“Mulanya saya enggak langsung percaya. Berselang menit, temannya yang lain mengabarkan seperti itu dan menunjukkan foto putranya,” tuturnya.

Ujang langsung pergi ke Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat. Sebab putranya dikabarkan sudah di sana.

Di RS, Ujang sudah melihat putranya tidak bernyawa dan dalam kondisi mengalami luka bolong di bagian punggungnya.

Ujang pun mendapat cerita kronologis dari seorang temannya yang mengabarkan putranya tewas, mulai dari awal hingga Rehan tewas.

“Dari keterangannya, ia dan Rehan mendapat kabar bahwa temannya sedang main futsal hendak ingin berantem,” sebutnya.

Kemudian, Rehan beserta temannya itu pergi ke lokasi lapangan futsal di wilayah Bulak Teko, Kalideres, Jakarta Barat. Tujuannya untuk memisahkan perkelahian.

“Niat anak saya sama temannya itu ke sana untuk memisahkan. Jadi bukan bermain futsal atau sehabis main futsal,” katanya.

Masih keterangan saksi, Ujang menyebut, sesampainya di lokasi tiba-tiba ada segerombolan orang hendak menyerang dengan senjata tajam.

“Teman anak saya terkena sabetan di bagian tangan. Kemudian dia dan anak saya mencoba melarikan diri menggunakan motor,”

Saat itu, Rehan yang dibonceng oleh temannya diduga dibacok dari belakang hingga terjatuh dari motor.

“Dari keterangan teman anak saya demikian. Tapi dia enggak tahu kalau Rehan itu bisa terjatuh dari motor,” paparnya.

(Ren/Red)

Artikel Asli