Loading...
Loading…
TNI: Penelitian Vaksin Nusantara Harus Mengikuti Kaidah Ilmiah

TNI: Penelitian Vaksin Nusantara Harus Mengikuti Kaidah Ilmiah

Nasional | jawapos | Senin, 19 April 2021 - 12:38

JawaPos.com Direktur Pelayanan Kesehatan RSPAD Gatot Subroto, Brigjen TNI Nyoto Widyo Astoro memastikan penelitian Vaksin Nusantara mengikuti kaidah ilmiah. Adapun penelitian vaksin ini berbasis sel denditrik.

Kami sebetulnya ini adalah suatu penelitian sel denditrik di RSPAD gitu ya. Dan penelitian Ini nanti harus mengikuti kaidah-kaidah ilmiah, kata Nyoto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/4).

Nyoto menuturkan, sel denditrik sebetulnya sudah digunakan untuk pengobatan kanker. Saat ini dikembangkan untuk untuk penanganan Covid-19.

Memang ini dicoba barangkali untuk membuat vaksin yang dari dendrintik terutama ditujukan untuk vaksin, diharapkan untuk vaksin Covid-19, jelasnya.

Oleh sebab itu, penelitian Vaksin Nusantara akan dilakukan dengan baik. Sehingga, bisa sesuai kaidah ilmiah yang berlaku.

Diterima secara ilmiah kemudian memang harus disetujui oleh beberapa pemangku untuk melegalkan dendtrik tersebut untuk pembuatan vaksin dalam hal ini, pungkas Nyoto.

Diketahui, Vaksin Nusantara merupakan vaksin yang menggunakan campuran sel dendritik yang diperoleh dari darah masing-masing orang. Antigen SARS COV-2 Spike Protein produksi Lake Pharma, CA, USA. GMCSF (Sarmogastrim) suatu growth factor yang diproduksi oleh Sanofi-USA. Dimana Proses pengolahan sel dendritik dikembangkan oleh AIVITA Biomedical Inc.

Pada pelaksanaan uji klinis pengolahan sel tersebut dilakukan oleh tim dari AIVITA Biomedical Inc. USA. Transfer teknologi kepada peneliti di RSUP Dr. Kariadi baru dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada beberapa staf untuk melihat proses yang dilakukan oleh tim AIVITA Biomedical Inc. USA.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{