Loading...
Loading…
Daftar Aksi Barbar Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua, Harus Dihentikan!

Daftar Aksi Barbar Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua, Harus Dihentikan!

Nasional | harianhaluan | Kamis, 15 April 2021 - 10:16

HARIANHALUAN.COM - Papua terus dirundung gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Tindakan brutal terus dilakukan hingga menelan korban yang tak hanya aparat, tapi juga warga sipil.

Serangkaian aksi kejahatan telah dilakukan oleh kelompok ini. Mulai dari wilayah Eromaga hingga Distrik Beoga. Mereka melakukan penembakan, pembunuhan, penyanderaan, dan pembakaran pesawat serta fasilitas publik.

Para aparat TNI dan Polri pun tidak tinggal diam, aksi teror penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua pun terus berusaha dihentikan.

Berikut serangkaian aksi brutal yang dilakukan KKB di Papua:

Tembak Tukang OjekTukang ojek di Kampung Eromaga, Kabupaten Puncak ditembak, kemarin. Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal Al Qudusy menyebut nama korban bernama Udin (41) tinggal di kompleks Pasar Ilaga, rumah Haji Umar.

Korban meninggal dunia karena mengalami luka tembak di bagian samping kanan kepala tembus pipi kanan dan luka tembak bagian dada kanan tembus pinggang sebelah kiri.

"Dari kesaksian warga sekitar, diketahui yang melakukan penembakan terhadap tukang ojek di Ilaga ini adalah KKB Numbuk Telenggen," kata Iqbal dikutip dari merdeka.com.

"TNI/Polri tidak tinggal diam. Kami akan mengejar pelaku penembakan. Info dan update selanjutnya akan disampaikan oleh aparatur berwenang," kata Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal Al Qudusy.

Bakar Sekolah

Kemudian tanggal 7 April dan 11 April 2021 sudah terjadi dua kali pembakaran yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Dua unit sekolah dibakar dan menyebabkan kerugian material mencapai Rp7,2 miliar.

Hal ini membuat Kepala Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait di Jayapura, Selasa (13/4) angkat bicara. "Dari sisi ekonomi, pembakaran 12 ruang sekolah tersebut telah menyebabkan kerugian dalam jumlah besar," ujarnya.

Dia menjelaskan untuk membangun satu ruang belajar-mengajar di wilayah pegunungan membutuhkan biaya Rp600 juta, di mana ruangannya terbuat dari kayu. Dengan jumlah 12 ruang yang dibakar, kerugian materialnya saja sudah mencapai Rp7,2 miliar.

Dia menambahkan di wilayah pegunungan yang menjadi masalah utama bukan biaya, tetapi tingkat kesulitan untuk memobilisasi bahan bangunan. Semuanya harus diangkut menggunakan pesawat terbang.

"Kami berharap aparat keamanan bisa segera menindak para pelaku pembunuhan dua orang guru dan juga pelaku pembakaran fasilitas sekolah di Beoga," ucap dia.

Bakar Heli

Aksi kejahatan yang dilakukan Kelompok Kejahatan Bersenjata (KKB) juga terjadi pada 12 April 2021. Kelompok itu membakar helikopter milik PT Ersa Air.

Kepala Bandara Aminggaru, Ilaga, Herman Sujito yang dihubungi dari Jayapura mengakui, setelah dilakukan pengecekan ternyata kerusakan yang dialami tidak parah sehingga setelah diperbaiki sekitar pukul 14.30 WIT helikopter tersebut terbang ke Timika.

"Sejak Senin (12/4) aktivitas penerbangan di bandara Aminggaru, Ilaga telah normal," kata Herman seraya menambahkan operasional bandara melayani sekitar 50 kali penerbangan dari dan ke Ilaga.

Kapolres Puncak Kompol Nyoman Punia juga secara terpisah mengaku, penyidik sudah melakukan olah TKP kasus pembakaran helikopter yang dilakukan KKB.

Olah TKP dilakukan Senin (12/4), dan mengamankan beberapa barang bukti berupa jeriken bensin dan batu yang diduga digunakan untuk merusak heli tersebut.

Ketika ditanya tentang situasi kamtibmas, Punia mengaku untuk Ilaga relatif kondusif namun anggota senantiasa waspada."Saat ini situasi kamtibmas relatif aman dan kondusif di Ilaga," terang Punia.

Bakar Rumah Anggota DPRDSelanjutnya pada tanggal 13 April 2021 sekitar pukul 12.00 WIT bertempat di bawah ujung landasan Bandara Beoga, Distrik Beoga Kabupaten Puncak, telah terjadi aksi gangguan keamanan (bunyi letusan senjata sebanyak 4 kali) dan pembakaran 2 (dua) unit rumah.

"Pemilik rumah Atas nama Junaidi Sulele (Kepala Sekolah SMP N Beoga) dan Menas Mayau (Anggota DPRD Kab Puncak) yang dilakukan oleh KKB," kata Perwira Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letkol Laut KH Deni Wahidin dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Selasa (13/4).

Deni menjelaskan, sebelum peristiwa itu terjadi, dan sempat terdengar bunyi letusan senjata sebanyak empat kali. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dikarenakan pemilik rumah tidak berada di tempat kejadian.

Tembak Guru

Pada tanggal 9 April, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan penembakan terhadap seorang guru di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

"KKB kembali menembak masyarakat sipil bernama Yonatan Renden yang berprofesi sebagai guru honor di SMP N Beoga, Jumat (9/4)," kata Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa saat dikonfirmasi, Sabtu (10/4).

Ia menjelaskan, korban ditembak oleh KKB saat dirinya bersama Junaedi (Kepsek SMP N Beoga) sedang melakukan pengurusan jenazah Oktavianus Rayo di Kampung Onggolan, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Atas insiden penembakan tersebut, Yonatan mendapatkan luka tembakan pada bagian dada sebelah kiri.

"Saat evakuasi ini, aparat gabungan Yonif 715/Mtl dan Koramil Beoga mendapatkan gangguan tembakan dari KKB, yang melakukan penembakan terhadap korban," ungkapnya. (*)

Original Source

Topik Menarik