Begini Detik-detik 4 WNI yang Disandera Abu Sayyaf Selamatkan Diri

Nasional | bukamatanews | Published at Senin, 05 April 2021 - 13:33
Begini Detik-detik 4 WNI yang Disandera Abu Sayyaf Selamatkan Diri

JOLO, BUKUMATA - Empat WNI selamat dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf. Mereka adalah Arizal, Arsad, dan Andi Riswanto, juga Khairuldin. Mereka disandera kelompok sipil bersenjata itu selama 427 hari.

Arizal, Arsad dan Andi Riswanto diselamatkan oleh pasukan Filipina di South Ubian, Tawi-Tawi pada Kamis (18/3/2021). Sedangkan Khairuldin diselamatkan di Pulau Kalupag, Minggu (21/3/2021). Kini, mereka sudah berkumpul lagi dengan keluarga.

Arizal Kastamiran (30), kembali menceritakan pengalaman menegangkan selama berada di bawah penguasaan Abu Sayyaf, juga saat detik-detik dia melarikan diri.

Hari itu, Rabu, 12 Maret 2021. Pukul 9 pagi waktu setempat. Arizal dan sandera lainnya akan dibawa oleh Abu Sayyaf ke Pulau Tawi-tawi, Filipina. Kala itu, tiba-tiba perahu yang ditumpanginya terbalik setelah dihantam ombak besar.

Seketika, Arizal dan sandera lainnya pun menyelamatkan diri masing-masing. Arizal dan rekannya, Andi Riswanto laku merebut kemudi kapal dari Abu Sayyaf. Lalu mengarahkan menuju pulau terdekat.

Butuh 7 jam Arizal dan kawan-kawan sampai di pulau terdekat dengan perahu yang berhasil ia rebut itu. Dia pun baru bisa mendapat pertolongan dari otoritas setempat pada pukul 17.00 waktu setempat.

Arizal mengaku sangat bersyukur. Sebelumnya dia mengira tidak akan selamat dalam penyanderaan tersebut.

"Yang pertama alhamdulillah sekali ya bisa berkumpul lagi sama keluarga, bisa lebaran bareng keluarga, dikirain udah nggak bisa kumpul lagi sama keluarga," kata Arizal di Gedung Nusantara, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (5/4/2021).

Saat disandera, Arizal dan kawan-kawan sering tak diberi makan oleh kelompok Abu Sayyaf. Arizal mengaku saat itu posisinya sangat terancam karena berada di bawah kendali kelompok Abu Sayyaf.

"Yang jelasnya memang kesehariannya memang sengsara ya, di sana ya, kadang kalau memang masih kuat, kadang kita tidak makan dua hari, tiga hari, dan takut dikena bom atau apa memang sengsara betul lah kehidupan di sana nggak ada enaknya, sama kehidupan nggak kejamin gitu, takut kenapa-kenapa gitu," bebernya.

Artikel Asli