Ini Harapan Besar Jenderal Baret Merah di Tanah Papua

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Senin, 05 April 2021 - 12:54
Ini Harapan Besar Jenderal Baret Merah di Tanah Papua

JAYAPURA -Jenderal bintang satu baret merah yang sekarang menjabat sebagaiKomandan Korem 172/Praja Wira Yakthi (PWY) Brigjen TNI Izak Pangemanan punya harapan besar di Tanah Papua. Ia sangat berharap, dari semua kampung yang ada di bumi Cendrawasih, ada satu anak mudanya yang jadi prajurit angkatan darat.

"Kita sangat berharap dari semua kampung yang ada di Papua ini, ada perwakilan yang bisa menjadi prajurit TNI," kata Brigjen Izak dalam keterangan tertulisnya yang diterima Koran Jakarta, Senin (5/4).

Dengan satu kampung, satu prajurit di tanah Papua, kata dia, artinya TNI Angkatan Darat (TNI AD), bisa menempatkan Babinsa putra asli Papua di seluruh kampung yang ada di tanah Cenderawasih tersebut.

"Sehingga kami bisa menempatkan Babinsa-babinsa di seluruh kampung yang ada di papua," tandas Izak.

Seperti diketahui, Korem 172/Praja Wira Yakthi baru saja menggelar sidang parade untuk menjaring para prajurit di Papua. Dari hasil sidang parade tersebut, kata Brigjen Izak, pihaknya telah menjaring sebanyak 81 orang Putra Asli Daerah Papua (PADP) dan sebanyak 163 orang Non Putra Asli Daerah Papua (NPADP) dalam seleksi pemilihan Calon Tamtama TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2021.

"Kemarin kita telah melaksanakan serangkaian kegiatan werving dan melalui sidang parade kita telah menjaring sebanyak 244 calon dari PADP dan NPADP," ujar jenderal bintang satu didikan Kopassus tersebut.

Selanjutnya, kata Brigjen Izak, sebanyak 244 calon prajurit itu melaksanakan tes seleksi tingkat pusat di Rindam XVII/Cenderawasih. Tapi, ia sedikit kecewa, karena dari hasil seleksi, dari semua peserta PADP terpilih untuk melanjutan tes pusat tidak sesuai harapan.

"Dari target 80 persen PADP, hanya bisa terpenuhi 30 persen. Ada beberapa kendala yang dihadapi oleh adik-adik kita ini seperti pada kelengkapan administrasi. Ada yang menggunakan ijazah palsu dengan menggambil ijazah milik orang lain atau saudara mereka, lalu namanya diganti," ungkap Izak.

Untuk itu, kata dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda dan Bupati agar mereka dapat mengikuti ujian paket dan mendapatkan ijazah untuk mengikuti tes berikutnya.

Artikel Asli