Hari Pertama Pembelajaran Tatap Muka di Purwokerto, Banyak Siswa Terlambat

Nasional | ayosemarang | Published at Senin, 05 April 2021 - 12:47
Hari Pertama Pembelajaran Tatap Muka di Purwokerto, Banyak Siswa Terlambat

PURWOKERTO, AYOSEMARANG.COM -- Pembelajaran Tatap Muka di Jawa Tengah secara resmi digelar, Senin (5/4/2021). 

Ada pemandangan menarik saat hari pertama dibukanya kembali Pembelajaran Tatap Muka di Purwokerto. Meski jadwal masuk kelas termasuk sedikit siang, pukul 09.30 WIB pagi. Banyak siswa yang datangnya terlambat. 

Salah satunya dialami Gadang, siswa kelas 7B di SMP Negeri 9 Purwokerto.

Ia terlambat hampir setengah jam dengan diantar ibunya. Jarak sekolah dari rumahnya sebenarnya tidak terlalu jauh, tak sampai 5 km. Namun karena kerap bedagang bermain dengan temannya, ia akhirnya bangun kesiangan.

AYO BACA : Siswa di Purwokerto Grogi saat Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

"Semalem main sama teman-teman. Bangunnya jam sembilan. Biasanya kan memang sekolahnya lewat hp. Pas masuk sekolah seperti ini jadi telat," katanya dengan tergesa-gesa masuk kelasnya, dikutip dari Suarajawatengah.id jaringan Ayosemarang.com, Senin (4/5/2021). 

Pertama masuk ke sekolahnya, ia terlihat bingung, bahkan sampai harus diantar guru yang berjaga. Wajar saja, sebab ini adalah hari pertama dirinya menginjakkan kaki di sekolahnya. Ia tidak tahu dimana ruang kelas dan teman-temannya seperti apa.

Dirinya bahkan sempat ditegur oleh guru yang berjaga di depan. Karena rambutnya sudah terlampau panjang. Selain itu, ia mengenakan aksesoris kalung yang dalam aturan sekolah tidak diperbolehkan untuk siswa laki-laki.

Selain Gadang, banyak teman-temannya juga yang terlambat. Alasannya seragam. Karena bangun kesiangan. Heri Nuryanto, selaku kepala sekolah setempat memaklumi adanya kejadian tersebut.

AYO BACA : Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Disambut Gembira Orang Tua Siswa di Tegal

"Ya maklum saja ini kan hari pertama masuk sekolah bagi siswa ini. Mereka belum tau ruang kelasnya dimana, terus teman-temannya seperti apa. Tapi saya yakin sih, besok para siswa ini sudah terbiasa," jelasnya.

Ia juga memaklumi, banyak siswa yang rambutnya sudah gondrong karena selama ini tidak terikat aturan penampilan saat belajar secara daring. Selain itu, ia juga meyakini banyak siswa yang pada saat belajar daring rambutnya diwarnai.

"Banyak juga yang baru pada cukur, karena saya yakin itu pada diwarnai rambutnya. Terus yang gondrong juga kita beri kompensasi biar besok harus cukur," terangnya.

Berdasarkan aturan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilakukan selama empat jam dalam sehari. Siswa yang masuk juga tidak dibolehkan menaiki angkutan umum. Selain itu selama di sekolah siswa diwajibkan membawa bekal sendiri dan dilarang membeli jajan.

Ujicoba PTM sendiri akan dilakukan selama dua minggu kedepan, dari tanggal 5-16 April 2021. Jika tidak ada kendala, akan ada sekolah lain yang mengajukan PTM tahap dengan mencontoh sekolah sebelumnya.

AYO BACA : Densus 88 Geledah Rumah Penjual Buah di Purwokerto

Artikel Asli