Pembukaan Gedung Bioskop di Gresik Tunggu Keputusan Bupati Yani

Nasional | jawapos | Published at Senin, 05 April 2021 - 11:48
Pembukaan Gedung Bioskop di Gresik Tunggu Keputusan Bupati Yani

JawaPos.com – Gedung bioskop di sejumlah daerah sudah dibuka lagi. Termasuk di Kota Surabaya. Lalu, kapan dua gedung teater di dua mal Gresik dibuka? Yakni, XXI di GressMall dan CGV di Icon Mall. Belum ada kepastian. Yang jelas, hari ini (5/4) Bupati Fandi Akhmad Yani menggelar pertemuan dengan satgas Covid-19 beserta jajaran terkait.

’’Menunggu keputusan Pak Bupati. Besok (hari ini, Red) rencananya ada technical meeting,’’ kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemkab Gresik Agustin H. Sinaga, Minggu (4/4).

Gedung bioskop tersebut ditutup sejak setahun lalu. Yakni, sejak mewabahnya Covid-19. Saat itu bupati melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 20 Tahun 2020 menutup dan membatasi operasional rumah hiburan umum. Kini, dalam perjalanannya, persebaran virus korona dinilai relatif terkendali. Gresik sudah masuk zona kuning. Surabaya yang masih zona oranye sudah memutuskan untuk membuka gedung bioskop.

Menurut Yudi PWR, general manager GressMall, pihaknya tidak memungkiri keberadaan bioskop menjadi penyumbang cukup besar pada okupansi kunjungan ke pusat perbelanjaannya. ’’Karena itu, tentu kami berharap ada solusi-solusi,’’ ujarnya.

Dia menegaskan, pandemi memang berdampak serius terhadap usaha pusat perbelanjaan. Pada awal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), okupansi kunjungan turun sampai 30 persen. Namun, belakangan ada tren kenaikan. Dia memastikan pada awal April ini okupansi kunjungan sudah mencapai 80 persen. ’’Tahun ini kami targetkan bisa mencapai 90 persen,” katanya.

Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Dharma Graha Utama (pemilik GressMall) Ika Putri Widyaningtyas mengatakan, pada saat sekarang memang dibutuhkan tenaga ekstra agar ekonomi segera bangkit dari pandemi. Sebagai salah satu upaya itu, pihaknya dalam waktu dekat membuka food court di lantai atas menjelang Ramadan ini. ’’Kami ingin bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Gresik untuk berbuka puasa,” ujarnya.

Yang jelas, lanjut Ika, pihaknya sangat ingin berkontribusi terhadap kebangkitan ekonomi di Gresik. Apalagi, selama ini pihaknya juga memberikan fasilitas kepada UMKM agar bisa mengadakan event di pusat perbelanjaannya. Dia tidak memungkiri bahwa 2020 merupakan tahun terberat. Namun, pihaknya berterima kasih karena masih banyak tenant yang bertahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Gresik drg Syaifuddin Ghozali membenarkan bahwa minggu ini Gresik termasuk kabupaten/kota di Jatim yang berzona kuning sesuai ketetapan satgas pusat. Setidaknya, ada 16 indikator dalam penentuan zonasi tersebut. Di antaranya, data pertambahan jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19, pertambahan kasus suspect, serta jumlah kasus positif dan suspect yang dirawat di rumah sakit.

Indikator lainnya adalah tren kasus sembuh, jumlah testing atau swab PCR harus memenuhi target sesuai standar WHO, positivity rate, dan kekuatan tempat isolasi. ’’Dari indikator itu, kita harus kuat dalam pengendalian kasus positif, terutama disiplin prokes. Dan, ini harus dilakukan secara masif dan bersama-sama oleh semua sektor masyarakat,’’ ujarnya.

Baca Juga: Blak-blakan CEO Sinovac, Klaim Vaksinnya 100 Persen Cegah Kematian

Selain itu, lanjut Ghozali, upaya 3T (treatment, tracing, testing) harus ditingkatkan lagi. ’’Para tenaga kesehatan bersama masyarakat harus bahu-membahu melakukan pengendalian itu. Jadi, kita mesti tetap waspada, jangan lengah dan setiap diri kita punya tanggung jawab dalam pengendalian ini. Gresik dulu pernah zona kuning dan kembali ke oranye lagi. Ayo, kita pertahankan bersama dengan saling melengkapi,’’ pintanya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Asli