Masih Ada Genangan, Korban Masih Mengungsi

Nasional | lombokpost | Published at Senin, 05 April 2021 - 10:30
Masih Ada Genangan, Korban Masih Mengungsi

BIMA-Banjir Bima menyebabkan banyak kerusakan. Belasan rumah rusak. Sejumlah Infrastruktur seperti jembatan putus. Lahan pertanian dan perikanan tak luput dari sapuan banjir.

Ribuan korban banjir masih mengungsi. Mereka tinggal di rumah kerabat yang tidak dijangkau banjir. Rumah mereka masih dipenuhi lumpur.

’’Ada tujuh kecamatan yang terdampak banjir. Empat kecamatan yang paling parah, kalau yang lain tidak terlalu parah,’’ kata Kalak BPBD Kabupaten Bima Arif Munandar kepada Lombok Post, Minggu (4/4/2021).

Meski banjir menerjang Jumat (2/4/2021), namun masih ada beberapa titik yang tergenang air. Misalkan di Desa Nisa dan Naru, Kecamatan Woha. ’’Pagi tadi (Minggu, 4/4/2021), ada dua titik yang tergenang. Hingga sore ini, hanya di Naru yang tergenang air,’’ sebut dia.

Untuk penanganan banjir, pemerintah daerah telah mengalokasi dana Rp 1 miliar. Ditambah dana siap pakai (DSP) dari pusat Rp 500 juta. ’’Anggaran itu dipakai untuk penanganan banjir. Mulai dari logistik hingga kebutuhan lainnya,’’ jelas Arif.

Pasca banjir, pemda telah mendirikan beberapa posko. Untuk posko komando ditempatkan di Kantor Bupati Bima. Posko logistik dipusatkan di kantor BPBD Bima. ’’Kami juga mendirikan posko di tiap kecamatan agar penyaluran bantuan kepada korban banjir teratur,’’ katanya.

Pihaknya juga sudah mendirikan dapur umum di lokasi terdampak banjir. Bekerja sama dengan TNI dan Polri, serta para relawanan. ’’Kami juga libatkan ASN untuk gotong royong membantu membersihkan rumah korban banjir maupun fasilitas umum,’’ ungkap dia.

Akibat banjir tersebut, rinci Arif, sebanyak 9.425 kepala keluarga dengan jumlah 27.808 jiwa terdampak. Dari tujuh kecamatan, sebanyak 34 desa terdampak banjir. ’’Yang meninggal dunia dua orang. Satu dari Desa Sie, Kecamatan Monta dan satu lagi dari Desa Leu, Kecamatan Bolo,’’ terangnya. Dua korban meninggal dunia, Abdul Hamid, 67 tahun, warga Desa Sie dan Abakar, 50 tahun, warga Desa Leu.

Banjir juga merusak 14 rumah warga, enam fasilitas pendidikan, satu fasilitas peribatan, empat jembatan, dua perkantoran, lahan pertanian 294 hektare, dan lahan perikanan 25 hektare.

’’Jembatan rusak itu di Desa Woro,  Desa Bolo dan Desa Rade, Desa Campa, dan Desa Leu,’’ sebutnya.

Dia menambahkan, untuk sementara ribuan korban mengungsi di rumah saudara. Beberapa korban sudah ada yang kembali ke rumah mereka, khususnya bagi yang kondisinya tidak parah.

Untuk kerugian akibat banjir, pihaknya masih menghitung nilai kerusakan. ’’Kerugian belum masih dihitung. Kami masih tabulasi datanya,’’ tambah dia. (jlo/r8)

Artikel Asli