Upaya Sartono Gelindingkan Kembali Mobil Dinas Camat Era Tahun 70an

Nasional | jawapos | Published at Senin, 05 April 2021 - 10:30
Upaya Sartono Gelindingkan Kembali Mobil Dinas Camat Era Tahun 70an

JawaPos.com – Di era 70-an, VW Safari identik sebagai kendaraan dinas camat se-Indonesia. Nah, di tangan pecinta otomotif Sartono, warga Desa Bolon, Colomadu, Karanganyar, VW keluaran 1978 bertenaga 1.600 cc itu direstorasi habis-habisan. Kinclong, bersih, dan jadi pusat perhatian.

Sejatinya, sudah lama Sartono kesengsem ingin memiliki VW Safari. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Di awal 2000, camat Laweyan, Solo waktu itu memberi tawaran menggiurkan untuk VW yang diincar Sartono. Penawaran cukup mahal. Sartono akhirnya berhasil menggaet VW Safari dengan kesepakatan harga Rp 80 juta.

Waktu itu, catnya masih orisinal dan identik dengan kendaraan dinas pemerintahan: oranye.

Di tangan Sartono, restorasi besar-besaran dilakukan. Kesan camat yang menempel di tubuh VW Safari, yakni warna oranye diberedel. Berganti jubah warna krem.

“Saya guyur cat Danagloss. Saya beri sedikit sentuhan garis merah, putih, dan biru. Terutama di kap depan dan bodi samping bagian bawah. Di pintu kanan dan kiri saya tempelkan stiker Semar, bapaknya Punokawan,” ujar Sartono kepada Jawa Pos Radar Solo.

Restorasi paling mencolok ada di sisi interior. Jok asli di-cover kulit. Warnanya matching dengan jubah VW Safari. Diberi logo klub bola asal Spanyol, Barcelona. “Satu set cover jok kalau nggak salah dulu sekitar Rp 6,5 juta,” katanya seperti dikutip Radar Solo.

Memanjakan telinga saat berkendara, pria yang identik dengan kacamata dan topi tersebut jejalkan seperangkat mini audio. Katanya supaya lebih asyik dengarkan musik keroncong kesayangannya.

Dijejalkan subwoofer besutan Wynns dan kapasitor merek Fortec. Disokong dinamo charger dan aki tambahan merek Solid 12 volt. Sedangkan aki mesin pakai Inoe 12 volt.

“Dinamonya nggak campur mesin. Supaya saat mesin mati, sound tetap bunyi dan aki tidak tekor. Sering pas di jalan dihentikan orang. Minta foto bareng mobil ini. Sering juga saya bawa Solo-Jakarta PP tanpa rewel,” bebernya bangga.

Menambah kesan elegan, panel-panel dashboard di-custom motif kayu. Sedangkan speedometer dan stir masih pertahankan keasliannya. “Sayangnya cuma satu. Panas. Kan tidak ada AC-nya. Ya saya akali pakai kipas komputer,” terangnya.

Artikel Asli