Bambang Soesatyo soal KTA Perbakin `Koboi` Fortuner: Dia Bukan Anggota

Nasional | urbanasia.com | Published at Senin, 05 April 2021 - 10:00
Bambang Soesatyo soal KTA Perbakin `Koboi` Fortuner: Dia Bukan Anggota

Jakarta - Pihak berwajib telah menyatakan senjata yang dimiliki koboi pengemudi Fortuner adalah jenis airsoft gun. Selain itu, pria berinisial MFA tersebut juga diketahui memiliki memiliki kartu club atau KTA menembak bertuliskan 'Basis Shooting Club' Perbakin.

Seperti diketahui, KTA tersebut juga sama seperti yang dimiliki ZA, wanita yang menyerang Mabes Polri beberapa waktu yang lalu. 

Baca Juga: Jadi Tersangka, Ini Pasal yang Menjerat 'Koboi' Fortuner

Mengenai hal itu, Bambang Soesatyo, ketua MPR sekaligus ketua umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri Indonesia (DPP PERIKHSA) menyatakan bahwa kartu tersebut adalah ilegal.

"Setelah saya cek di Database Perbakin yang bersangkutan tidak terdaftar. Dia bukan anggota Perbakin. KTA nya keanggotaan Club nembak Airsoft gun," ujarnya dalam keterangan resmi kepada wartawan baru-baru ini.

Selain itu, Bamsoet menyatakan, kepemilikan senjata api asli harus ada ijin khusus kepemilikannya. 

Baca Juga: Mengenal Restock, Platform P2P Lending Milik Pengemudi Fortuner Arogan 

"Untuk kepentingan olahraga (hanya boleh dipergunakan di lapangan tembak) dan untuk beladiri dengan kaliber 32 atau 22," sambungnya.

Ia juga menegaskan jika Indonesia berbeda dengan Amerika ataupun negara lainnya yang mengizinkan perdagangan dan kepemilikan senjata api secara terbuka. 

Perkap 18/2015 secara ketat mengatur siapa saja yang diperbolehkan memiliki dan menggunakan senjata api izin khusus bela diri. 

Baca Juga: Pengemudi Fortuner yang Todong Pistol Ternyata CEO Restock

Dalam Perkap itu, diatur beberapa profesi yang bisa mengajukan izin memiliki senjata api antara lain pemilik perusahaan, PNS/ Pegawai BUMN golongan IV-A/setara, Polri/TNI berpangkat minimal komisaris/mayor, anggota Legislatif/Lembaga Tinggi Negara/Kepala Daerah, serta profesi yang mendapatkan izin dari instansi berwenang (Polri). 

Berbagai profesi itupun tidak serta merta dengan mudah dapat memperoleh izin, karena persyaratan lanjutannya amat rumit dan selektif.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pengemudi Fortuner yang Acungkan Pistol di Duren Sawit

"Saya selalu mengingatkan bahwa senjata api bela diri adalah alat perlindungan diri yang mensyaratkan pemiliknya punya izin khusus dan untuk punya izin khusus ada ketentuan dan mempersyaratkan antara lain serangkaian ujian, kesehatan fisik dan mental  dan keterampilan menembak," kata dia.

Menurutnya, kepemilikan senjata api beladiri untuk masyarakat sipil diatur dengan sangat ketat. 

"Kepemilikan tersebut bukanlah untuk gagah-gagahan dan arogansi. Melainkan dalam rangka partisipasi masyarakat untuk menciptakan rasa aman dan bukan sebaliknya," tutupnya.

Artikel Asli