Buru Pelaku Pembuangan Bayi, Polsek Sakbar Cek Semua Bidan Desa Pejaring

Nasional | lombokpost | Published at Senin, 05 April 2021 - 10:00
Buru Pelaku Pembuangan Bayi, Polsek Sakbar Cek Semua Bidan Desa Pejaring

SELONG-Warga Dusun Selayar, Desa Pejaring, Kecamatan Sakra Barat (Sakbar) digegerkan dengan penemuan bayi perempuan, Minggu pagi (4/4). Bayi yang diduga dibuang oleh orang tuanya itu ditemukan terbungkus kain panjang di atas pasir bangunan di depan Masjid Nurul Huda Selayar.

“Saat ditemukan warga, bayi ini masih dalam kondisi hidup,” jelas Kapolsek Sakra Barat Ipda Saeful Hadi pada Lombok Post.

Minasih, 40 tahun, merupakan orang yang pertama kali menemukan bayi tersebut. Dia terkejut melihat bayi yang ada di dalam kain panjang. Kemudian dia memberitahu warga yang sedang bergotong royong di masjid.

Kata Saeful, warga pun segera menghubungi petugas dan pihaknya segera berkoordinasi dengan Puskesmas Rensing. Tim medis dari Puskesmas Rensing kemudian membawa bayi tersebut untuk mendapat pertolongan. Namun sayangnya, bayi malang tersebut kehilangan nyawanya pada saat dalam penanganan.

“Memang kondisinya sangat kritis. Diperkirakan bayi ini baru lahir enam jam,” jelasnya.

Bayi perempuan tersebut dikatakan lahir dalam kondisi normal dengan tali pusat terpotong secara medis. Ia memiliki panjang 45,5 sentimeter dengan berat 1,6 kilogram.

Karena itulah diduga kuat jika orang tua bayi tersebut melahirkan normal di seorang bidan. Akan tetapi, belakangan diketahui juga jika dukun beranak saat ini juga sudah memiliki alat medis untuk memotong tali pusar.

Catatan dari pihak kepolisian, orang tua atau pelaku pembuangan bayi tersebut sengaja melepas bayinya di pinggir jalan dengan harapan agar dapat ditemukan orang lain. Sehingga anak tersebut bisa diasuh oleh siapa saja yang menemukannya.

“TKP-nya merupakan tempat ramai karena sedang ada gotong royong pembangunan masjid,”  jelas Saeful.

Saat ini bayi malang tersebut sudah dimakamkan di pekuburan umum Desa Pajaring dan dihadiri oleh puluhan warga sekitar. Kata Saeful, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait terduga pelaku pembuangan bayi tersebut.

Hal itu dilakukan dengan mengecek setiap bidan desa yang ada di wilayah Kecamatan Sakra Barat. Pihaknya meminta data siapa saja yang baru melahirkan. Juga terhadap masyarakat yang datang berobat dengan gejala pascanifas. “Namun tidak sedang memiliki bayi,”  pungkas dia. (tih/r5)

Artikel Asli