Wawali Minta Insentif Nakes Disegerakan

Nasional | lombokpost | Published at Senin, 05 April 2021 - 10:02
Wawali Minta Insentif Nakes Disegerakan

MATARAM-Insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien Covid-19 belum dibayarkan sejak September 2020 lalu. Di satu sisi, Pemkot Mataram terus menggenjot para nakes untuk penanganan pandemi Covid-19. Baik dengan memberikan pelayanan bagi pasien positif Korona maupun pelaksanaan vaksinasi masal.

“Info yang saya dapatkan sedang proses di BKD. Ini memang harus dikomunikasikan biar bisa cepat,” ujar Wakil Wali Kota (Wawali) Mataram TGH Mujiburrahman kepada Lombok Post.

Semua hambatan untuk pembayaran insentif nakes diminta klir secepat mungkin. “Karena pemerintah harus berprinsip lebih cepat lebih baik,” sambungnya.

Akan tetapi, TGH Mujib memang menyadari banyak prosedur yang harus dilewati. Ini yang kadang menjadi hambatan. “Kami respek dan apresiatif terhadap nakes yang sekian lama bekerja di garda terdepan (menangani pandemi). Di BKD kalau sudah selesai tolong disegerakan,” pintanya.

Wawali mengingatkan tidak boleh ada niatan pihak mana pun menghambat pembayaran insentif nakes. Karena ini akan berdampak pada semangat menghadapi pandemi Covid-19. Namun ia percaya jika proses pencairan yang lambat selama ini, akibat ketidaksengajaan pihak terkait.

“Makanya kami ingin serapan anggaran juga harus segera. Insya Allah (pembayaran insentif bulan ini),” ucapnya.

Mantan Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram ini mengaku sudah mendengar harapan Nakes. Sehingga ia meminta semua OPD terkait menindaklanjuti. Namun tidak dengan mengabaikan prosedur.

Terpisah, Plt Direktur RSUD Kota Mataram HL Martawang mengaku pihaknya terus berupaya memberikan para Nakes haknya. “Insya Allah kami sedang mengikhtiarkan cara untuk kita bisa selesaikan,” klaim pria yang juga menjabat Asisten I Setda Kota Mataram ini.

Dalam suasana pandemi Covid-19, Martawang mengatakan pemerintah memang dihadapkan pada persoalan yang tidak mudah. Di satu sisi, proses pembangunan dan penanganan Covid-19 harus dituntut cepat.

“Semua memiliki keinginan yang sama untuk akselarasi penanganan maupun akselarasi penyelesaian hak para pihak (nakes),” tandasnya normatif. (ton/r3)

Artikel Asli