Vaksinasi Pekerja Pariwisata Difokuskan di Loteng dan KLU

Nasional | lombokpost | Published at Senin, 05 April 2021 - 09:30
Vaksinasi Pekerja Pariwisata Difokuskan di Loteng dan KLU

MATARAM-Vaksinasi pelaku wisata untuk termin kedua di tahap kedua terus digenjot oleh Pemprov NTB. Harapannya dengan vaksinasi inisektor pariwisata yang terdampak covid bisa bangkit kembali.

”Kita kebut itu. Di Lombok Tengah (Loteng) sama Kabupaten Lombok Utara (KLU) fokusnya,” kata Asisten III Setda NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi.

Kata Eka, pemprov perlu menunjukkan kesiapan sektor pariwisata NTB dengan cara vaksinasi. Hingga akhir pekan kemarin, sudah ada sekitar 3.500 pekerja pariwisata yang divaksin. Rinciannya 2.200 orang di lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah dan sekitar 1.300 orang untuk Lombok Utara.

Mereka yang divaksin bukan saja pekerja di hotel dan restoran. Penjual oleh-oleh hingga sopir travel juga disasar untuk bisa diberikan vaksin. Karena itu, pemerintah meminta masing-masing asosiasi atau komunitas agar bisa mendata secara lengkap anggotanya. ”Semuanya kita sasar, supaya cepat siap sektor pariwisata kita,” ujarnya.

Eka menjelaskan, tentu masih banyak pekerja pariwisata yang perlu divaksin. Apa yang dilakukan pemprov, dengan memvaksin sekitar 3.500 orang di sektor pariwisata, untuk mempercepat proses vaksinasi. Sehingga kekurangannya nanti harus dibackup pemerintah kabupaten/kota. ”Saling back up dengan provinsi dan kabupaten/kota,” tutur Eka.

Hingga Sabtu (3/4), vaksinasi covid untuk pelayan publik sudah mencapai 90.889 orang di dosis pertama. Empat kali lipat dari sasaran semula, yang sebanyak 21.681 orang. Pelayan publik terbanyak yang sudah divaksin berada di Kota Mataram, yakni 28.402 orang. Disusul Lombok Timur dan Lombok Tengah masing-masing 16.743 orang dan 10.263 orang.

Kemudian ada Lombok Barat dengan 7.560 orang; Sumbawa 6.211 orang; Kabupaten Bima dan Kota Bima masing-masing 5.673 orang dan 5.800 orang. Selanjutnya ada Dompu dengan 3.691 orang; Kabupaten Lombok Utara 3.557 orang serta Sumbawa Barat 2.989 orang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB H Lalu Mohammad Faozal mengatakan, vaksinasi dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat di masa pandemi. Memberi trust kepada wisatawan domestik dan internasional, untuk tidak takut datang berlibur ke NTB.

Sebagai awal, sasaran vaksinasi hanya untuk pekerja di hotel maupun restoran yang mengantongi sertifikat cleanliness, health, safety, dan environment (CHSE). Selanjutnya akan dilakukan bertahap untuk seluruh industri pariwisata di NTB.

”Yang sudah mengantongi sertifikat CHSE di kawasan lingkar Mandalika, kita mulai dari sana,” ujarnya.

Menurut Faozal, vaksinasi bisa memberi kepastian untuk dunia pariwisata. Apalagi di tahun ini banyak event internasional yang bakal digelar di NTB. Dari balap motor MotoGP dan World Superbike hingga L’etape Indonesia dari Tour de France.

Percepatan vaksinasi terhadap pekerja pariwisata dibutuhkan NTB. Untuk mengangkat kembali pariwisata yang terpuruk akibat dihantam pandemi covid selama satu tahun terakhir.

Vaksinasi bisa meyakinkan orang untuk datang ke NTB. Kemudian dipadukan dengan sertifikasi CHSE, terhadap destinasi wisata, hotel, dan restoran. Sehingga wisatawan tidak akan ragu untuk berkunjung ke sejumlah destinasi. Salah satunya KEK Mandalika yang merupakan destinasi super prioritas.

”Ini bagian dari strategi kita untuk peningkatan promosi pariwisata di NTB,” ujar Faozal. (dit/r5)

Artikel Asli