Doni Monardo Tinjau Banjir Bandang di Flores Timur

Nasional | jawapos | Published at Senin, 05 April 2021 - 09:35
Doni Monardo Tinjau Banjir Bandang di Flores Timur

JawaPos.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo bertolak ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau banjir bandang di Kabupaten Flores Timur. Doni sebelumnya melakukan perjalanan maraton terkait penanganan Covid-19.

“Ini bukan kejadian pertama, di mana kami harus melakukan perjalanan maraton satu daerah ke daerah lain. Setelah kembali ke Jakarta, tak lama berselang harus bertolak lagi ke lokasi bencana yang baru. Nah, itu yang terjadi pagi ini,” kata tenaga hli BNPB, Egy Massadiah dalam keterangannya, Senin (5/4).

Egy menyampaikan, rombongan Kepala BNPN baru saja melakukan serangkaian kunjungan terkait kebencanaan dan penanganan Covid-19. Perjalanan itu dilakukan sejak Selasa (30/3) hingga Sabtu (3/4).

“Mulai dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berlanjut ke Mamuju, dan Palu. Esok harinya menuju Surabaya, lalu Bali. Sabtu kembali ke Jakarta, Minggu malam stand by di Halim untuk bertolak meninjau banjir bandang di Pulau Adonara, Flores Timur, NTT,” ujar Egy.

“Berhubung cuaca semalam di lokasi tujuan tidak memungkinkan, perjalanan diundur menjadi pagi ini, pukul 05.00 WIB,” sambungnya.

Dalam kunjungan ini, turut serta dalam rombongan Kepala BNPB antara lain Wakil Gubernur NTT Josep Nae Soi, Anggota DPD RI Yorrys Raweyai dan Angelius Wake Koko.

Sebelumnya, BNPB menduga banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi. Terlebih, BMKG juga sudah memprakirakan adanya hujan sangat lebat di NTT.

“Dipicu hujan dengan intensitas tinggi di beberapa kecamatan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dikonfirmasi, Minggu (4/4).

Raditya mengungkapkan, berdasarkan prakiraaan BMKG, terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat-sangat lebat, angin kencang dan gelombang tinggi. Hal ini melanda NTT, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Potensi hujan sangat lebat (pada wilayah tersebut),” ujar Raditya.

Bencana banjir bandang yang melanda Flores Timur, mengakibatkan 23 orang meninggal dunia. Peristiwa ini juga mengakibatkan kerugian materiil, berupa puluhan rumah warga tertimbun lumpur di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng.

Selain itu, ada rumah warga hanyut terbawa banjir, serta jembatan putus di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur. Sampai saat ini, aparat pemerintah desa masih terus melakukan pendataan di lapangan.

Upaya evakuasi di tempat terjadinya bencana terhambat dengan penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Sedangkan hujan, angin dan gelombang yang tinggi mengakibatkan pelayaran tidak diperbolehkan oleh otoritas setempat.

“BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Flores Timur dan memantau penanganan darurat. Apabila dibutuhkan mobilisasi bantuan, BNPB telah siap dengan pengerahan sumber daya,” pungkas Raditya.

Artikel Asli