Vaksinasi Guru Belum Rampung, Bagaimana Rencana Buka Sekolah?

Nasional | lombokpost | Published at Senin, 05 April 2021 - 08:06
Vaksinasi Guru Belum Rampung, Bagaimana Rencana Buka Sekolah?

MATARAM-Program vaksinasi masyarakat NTB terus berlangsung. Sesuai road map sasaran, Januari-Februari diberikan untuk tenaga kesehatan (nakes), Maret-April sasarannya masyarakat lanjut usia (lansia), tokoh agama dan tokoh masyarakat serta pelayanan publik. ”Termasuk guru di dalamnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB H Lalu Hamzi Fikri saat dikonfirmasi Lombok Post, (4/4).

Sekarang pihaknya juga masih memprioritaskan program vaksinasi untuk lansia. Jumlah sasarannya mencapai 37.385 orang. Alasannya, 62,28 persen kasus kematian Covid-19 dengan komorbid (penyakit penyerta, Red) di NTB. ”Ada di kelompok usia 50-64 tahun dan 65-75 tahun,” ujarnya.

Vaksinasi guru juga termasuk prioritas utama. Itu merujuk rencana pembukaan sekolah Juli mendatang. ”Kemenkes masih memberlakukan distribusi vaksin secara bertahap. Apalagi sekarang sasaran penerima vaksin juga ditentukan oleh mereka,” jelasnya.

Kendati demikian, Dikes NTB tetap merancang target optimis untuk program vaksinasi guru. ”Jadi kalau saya bilang bahasanya begini, semua ada waktu dan ada gilirannya,” terang dia.

Diharapkan, distribusi dan ketersediaan vaksin stabil Mei mendatang. ”Sehingga sebelum tahun ajaran baru, kita bisa selesaikan, itu target optimis kami,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Ketua PGRI NTB Abdul Kadir mendorong adanya percepatan vaksinasi untuk guru. Saat adanya keinginan membuka sekolah, maka SDM yang ada harus mengikuti program vaksinasi.

”Maka segeralah mengupayakan membuka pintu sekolah. Tapi syarat utamanya adalah berikan vaksin,” tegasnya. (yun/r9)

Artikel Asli