BMKG Perkirakan Hujan Petir dan Angin Kencang di Sebagian DKI Jakarta

Nasional | jawapos | Published at Senin, 05 April 2021 - 07:03
BMKG Perkirakan Hujan Petir dan Angin Kencang di Sebagian DKI Jakarta

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian wilayah DKI Jakarta berpotensi akan turun hujan disertai petir dan angin kencang. Yakni di Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

BMKG melalui laman resminya di Jakarta menjelaskan potensi hujan petir dan angin kencang itu diperkirakan terjadi pada siang dan malam hari. Pada pagi hari hanya Jakarta Pusat dan Jakarta Timur diperkirakan berawan tebal, sisanya hujan ringan. Kemudian pada siang hari, cuaca diperkirakan berubah menjadi seluruh DKI hujan yakni intensitas ringan di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Sedangkan di Jakarta Selatan diperkirakan hujan petir dan Jakarta Timur hujan sedang.

Beralih ke malam hingga dini hari seluruh wilayah DKI hujan ringan kecuali Kepulauan Seribu yang diperkirakan hujan petir. Suhu udara di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan mencapai 24–31 derajat celcius, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu kisaran 25–30 derajat celcius. Di Jakarta Barat, suhu udara diperkirakan 25-31 derajat.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi akibat dampak siklon tropis Seroja yang berpeluang terjadi di Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan ketinggian ekstrem lebih dari enam meter.

”Siklon tropis Seroja di Perairan Kupang menyebabkan tinggi gelombang laut lebih dari enam meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Selatan NTT,” kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Senin (5/4).

Peringatan dini tersebut berlaku Senin (5/4) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (6/4) waktu yang sama. Eko menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari barat laut–timur laut dengan kecepatan angin berkisar 5–20 knot, sedangkan di wilayah selatan umumnya bergerak dari barat daya–barat laut dengan kecepatan angin 5–45 knot.

Selain menyebabkan gelombang ekstrem di NTT, siklon yang berkembang pada Senin (5/4) dini hari pukul 01.00 WIB tersebut juga menyebabkan gelombang laut dengan ketinggian 4–6 meter yang berpeluang terjadi di Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudra Hindia Selatan Banten hingga Jawa Tengah, perairan Pulau Sawu, perairan Kupang-Pulau Rotte, dan Laut Sawu.

Sementara itu, lanjut Eko, gelombang dengan ketinggian 2,50–4 meter berpeluang terjadi di Perairan barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, perairan Selatan Jawa Tengah hingga Pulau Sumba, dan Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan. Kondisi yang sama juga berpeluang terjadi di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga NTB, Selat Sunda bagian barat, perairan selatan Flores, Selat Ombai dan laut Flores.

”Perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap pelayaran dan tetap waspada bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi,” ucap Eko.

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Asli