Teknologi 5G Harus Wadahi Komponen Dalam Negeri

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Senin, 05 April 2021 - 06:53
Teknologi 5G Harus Wadahi Komponen Dalam Negeri

BATAM - Revolusi industri yang terus berkembang menuntut Indonesia untuk mengadopsi teknologi terkini, salah satunya teknologi 5G. Kegiatan riset dan pengembangan (RnD) terkait dengan 5G harus terus diupayakan terutama dalam menyertakan lokal konten atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Kalau 5G dipakai secara penuh, Indonesia mempunyai peran yang cukup signifikan. Paling tidak untuk pasar Indonesia sendiri," katanya," ujar Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi, Bambang Brodjonegoro, dalam kunjungan ke Batam, Sabtu (3/4).

Bambang menyebut Indonesia jangan sepenuhnya bergantung pada produk impor. Mengingat 5G berdasar pada jaringan internet, pemanfaatan TKDN dapat berperan penting dalam menjaga kerahasiaan data dan meningkatkan keamanan siber.

"Nanti kami mendorong tim research mulai berfokus kepada pengembangan teknologi 5G," jelasnya.

Kesiapan Industri

Lebih jauh, Bambang mengatakan di tengah situasi pandemi Covid-19, percepatan informasi digital, menuntut hubungan telekomunikasi digital dengan peralatan yang memenuhi syarat. Optimalisasi TKDN terutama untuk produk yang dibutuhkan pemerintah akan sangat membantu perusahaan.

Dia berharap apabila TKDN bagus, penguasaan industri komponen bisa bertambah terus. Sehingga orang tak ada masalah lagi jika dibilang TKDN. "Kita ingin tak sepenuhnya bergantung pada produk impor tetapi pada teknologi yang bukan impor," ucapnya.

Pada kunjungan tersebut Bambang meninjau pola kerja industri PT Sat Nusa Persada (PTSN). Menurutnya PTSN memiliki kemampuan lengkap dari hulu atau produk itu terurai sampai hilir saat diserap oleh market Indonesia.

"Para pelaku riset lokal untuk lebih banyak mengembangkan produk dari awal dengan PTSN. Sehingga produk yang dikembangkan bisa masuk ke line production-nya," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Sat Nusapersada, Bidin Yusuf mengatakan Satnusa sebagai perusahaan manufaktur berteknologi tinggi telah memproduksi berbagai produk unggulan. Beberapa produk di antaranya yakni smartphone berteknologi 5G, perangkat smart home, dan internet of things.

"Kami siap untuk menjadi basis produksi untuk memproduksi berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya pada masa pandemi ini seperti produk laptop," katanya.

Dia meminta pemerintah untuk menciptakan sebuah regulasi untuk mengikat produk agar logo kontennya bisa produksi dalam negeri. Salah satunya dengan TKDN. "Jadi step by step. Banyak yang sudah kami produksi," katanya. ruf/N-3

Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro, dalam kunjungan ke Batam, Sabtu (3/4).

Artikel Asli