Studi: Makan di Bawah Jam 8 Pagi Turunkan Risiko Diabetes

Nasional | republika | Published at Senin, 05 April 2021 - 06:45
Studi: Makan di Bawah Jam 8 Pagi Turunkan Risiko Diabetes

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mencoba menurunkan risiko diabetes tipe 2? Mungkin kita sudah menemukan caranya dengan tetap aktif sepanjang pekan, dan mengantisipasi makanan yang kita makan untuk menjaga gula darah tetap terkendali. Namun, penelitian baru telah mengidentifikasi cara untuk menurunkan kadar gula darah dan resistensi insulin kita tanpa perlu pergi ke gym atau memakan makanan sehat. Sebuah studi baru yang dibagikan secara virtual pada pertemuan tahunan anggota ENDO 2021, mengungkapkan bahwa memakan makanan sebelum pukul 08.30 pagi bisa secara signifikan menurunkan risiko T2D."Telah diketahui dengan benar bahwa jam sirkadian internal kita mengatur ritme hormon metabolik selama 24 jam sehari. Ini termasuk insulin, hormon utama diabetes, yang sensitivitasnya cenderung lebih tinggi di pagi hari," kata ketua peneliti studi itu, Marriam Ali, dilansir dari eatthis, Ahad (4/4).Pada dasarnya, ketika kita makan di pagi hari, kita menjaga tubuh pada saat sensitivitas insulin tinggi, yang berarti sel-sel dapat menggunakan glukosa darah (gula) dengan lebih efisien. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji efek puasa intermiten terhadap faktor risiko penyakit tersebut. Ternyata, terlepas dari bagaimana kita makan sepanjang hari, makan di pagi hari bisa menjadi kunci untuk mengurangi risiko T2D."Penelitian sejauh ini menunjukkan bahwa diet seperti puasa intermiten, tidak berdampak signifikan pada resistensi insulin dan peningkatan diabetes. Apa yang kami ketahui adalah, jika puasa intermiten menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan, maka mungkin ada peningkatan resistensi insulin dan diabetes secara keseluruhan," ungkap Ahli Endokrinologi dan perwakilan dari Endocrine Society, Dr Deena Adimoolam.Jadi, temuan ini telah meyakinkan kita untuk mulai bangun pagi, lalu makan makanan enak saat tubuh sangat membutuhkannya. Sarapan apa yang harus kita makan? Dr Adimoolam menyarankan untuk memakan makanan yang tinggi protein (telur, yoghurt, keju, oatmeal gandum, smoothie dengan yoghurt, buah, dan mentega kacang).

Artikel Asli