Loading...
Loading…
Mau Qadha Puasa, Ikuti Aturan-Aturan Ini

Mau Qadha Puasa, Ikuti Aturan-Aturan Ini

Muslim | okezone | Jumat, 12 Februari 2021 - 06:00

JAKARTA - Qadha puasa Ramadhan diwajibkan bagi orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan pada tahun sebelumnya karena sakit atau bersafar (menjadi musafir), sesuai jumlah hari yang ia tidak berpuasa.

Hal ini berdasarkan dalil sebagai berikut:

Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. (QS. Al-Baqarah: 185)

Namun bagaimana aturan meng-qadha puasa? Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal memberikan penjelasan soal aturan meng-qadha puasa yakni:

1.Jika ada yang luput dari berpuasa selama sebulan penuh, ia harus mengqadha sebulan.

2. Boleh puasa pada musim panas diqadha pada musim dingin, atau sebaliknya.

3.Qadha puasa Ramadhan boleh ditunda.

4.Jumhur ulama menyatakan bahwa menunaikan qadha puasa ini dibatasi tidak sampai Ramadhan berikutnya (kecuali jika ada uzur). Aisyah mencontohkan bahwa terakhir ia mengqadha puasa adalah di bulan Syakban.

5.Apabila ada yang melakukan qadha Ramadhan melampaui Ramadhan berikutnya tanpa ada uzur, ia berdosa.

Dikutip dari laman Rumasyo pada Jumat (12/2/2020) disebutkan, dari Abu Salamah radhiyallahu anhu, ia mendengar Aisyah radhiyallahu anha mengatakan:

Baca Juga :
Hukum 6 Hari Puasa Syawal Saat Masih Punya Utang Puasa Ramadhan

Aku dahulu punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayar utang puasa tersebut kecuali pada bulan Syakban. (HR. Bukhari, no. 1950 dan Muslim, no. 1146).

Original Source