Kaum Perempuan Dalam Bahaya Besar!

sindonews | Muslim | Published at 14/01/2021 07:09
Kaum Perempuan Dalam Bahaya Besar!

Abdul Lathif bin Hajis al-Ghamidi dalam kitabnya " Mukhalafaat Nisaiyyah", 100 Mukhalafah Taqa’u fihal al-Katsir Minan Nisa-I bi Adillatiha Asy-Syar’iyyah", mengatakan, sesungguhnya kaum perempuan berada dalam bahaya besar. Bagaimana tidak?

Baca juga:Kisah Hikmah : Pakaian Malu Istri Nabi Musa

Sementara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah bersabda,

اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ.

"Diperlihatkan kepadaku Jannah (Surga), maka aku lihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang miskin. Dan, diperlihatkan kepadaku nereka, maka aku lihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita (Shahih al-Bukhari, 5198 dan Shahih Muslim, 2737)

Baca juga:Syarat Sempurnanya Iman dengan Mencintai Sesama Saudara Muslim

Dari Jabir bin Abdillah diriwayatkan bahwa ia berkata,"Aku menghadiri salat ied bersama Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka sebelum berkhutbah, beliau memulainya dengan salat tanpa dikumandangkan adzan maupun iqomah. Kemudian beliau berdiri dengan bersandar kepada Bilal. Selanjutnya beliau memerintahkan kaum muslimin agar bertakwa kepada Allah dan memotivasi agar bertakwa kepada-Nya.

Beliau memberikan nasehat kepada kaum muslimin dan mengingatkan mereka. Kemudian beliau beranjak dari tempat duduknya, hingga sampai ke tempat jamaah perempuan. Beliau memberikan nasehat dan peringatan kepada mereka dengan sabdanya,

تَصَدَّقْنَ فَإِنَّ أَكْثَرَكُنَّ حَطَبُ جَهَنَّمَ

"Bersedekahlah kalian karena kebanyakan dari kalian akan menjadi bahan bakar Neraka Jahannam.’

Baca juga:5 Amalan Doa untuk Mendatangkan dan Kemudahan Rezeki

Tiba-tiba ada seorang perempuan terpandang yang pipinya berwarna merah kehitam-hitaman berkata, ‘Mengapa demikian, wahai Rasulullah? Beliau menjawab,

لأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ الشَّكَاةَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ

’Karena kalian banyak mengeluh dan tidak mensyukuri (pemberian) suami.’

Jabir melanjutkan, ‘Akhirnya para wanita tersebut menyedekahkan perhiasan mereka, berupa anting-anting dan cincin mereka dan menaruhnya ke dalam sorban Bilal (Shahih Muslim)

Baca juga:Warga Malaysia Cemburu Indonesia dan Singapura Mulai Vaksinasi Covid-19

Dari Umarah bin Khuzaemah diriwayatkan bahwa ia berkata,

"Ketika kami bersama Amru bin Ash-semoga Allah meridhainya- saat melaksanakan ibadah haji atau umrah, kami melihat seorang wanita yang mengenakan kalung dan cincin sedang menengadahkan tangannya di atas sekedup. Kemudian Amru bin Ash berkata, ‘Dahulu, ketika kami besama Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- di tempat ini, beliau bersabda, ‘Lihatlah, apakah kalian melihat sesuatu?’ Kami menjawab,’Kami melihat rombongan burung gagak, di tengah-tenaghnya ada seekor burug gagak yang berwarna putih sedang paruh dan kedua kakinya berwarna merah.’ Kemudian, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, ‘Kaum wanita tidak akan masuk Surga kecuali seperti seekor gagak (putih) ini di tengah-tengah rombongan burung yang gagak yang ada (hitam)(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Ya’la)

Baca juga:Indonesia Siap Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik Kelas Dunia

Bagaimana mungkin seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir hatinya akan tenang setelah mendengar berita yang dibawa oleh manusia paling baik ini, yaitu Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam ?!

Dalam karyanya itu, Abdul Lathif bin Hajis al-Ghamidi menjelaskan, kegundahan dan kegelisahan akan selalu menyesakkan dada seorang perempuan yang beriman dan beramal saleh, sehingga tergeraklah hatinya untuk mencari tahu faktor-faktor apa saja yang bisa menyelamatkan dirinya dari azab Rabbnya, dan membebaskan dirinya dari akhir kehidupan yang menyakitkan di kerak Neraka Jahannam !

Baca juga:20.000 Pasukan Garda Nasional Siap Dikerahkan Saat Pelantikan Biden

Karena itulah, perempuan (yang saleha) di satu sisi berada dalam satu urusan, yaitu urusan dunianya, sedangkan di sisi lain ia berada dalam urusan yang lain, yaitu urusan agamanya. Sehingga hampir saja tidak nampak pada dirinya kecuali ketaatan kepada tuannya (Allah), dan meninggalkan apa saja yang dilarang-Nya.

Terkumpul pada dirinya antara terus bekerja dan takut, selalu dihantui rasa khawatir dan pendek angan-angan. Sedangkan wanita lain (yang tidak shalehah), hampir-hampir tidak pernah merasakan bahaya besar yang selalu mengintai dan buruknya madharat yang akan menimpanya ketika ia menyia-nyiakan perintah Rabbnya Yang Maha Agung.

Baca juga:Pemkot Bogor Akan Jadikan Hutan Cifor dan Situ Gede sebagai Kebun Raya Kedua

Wallahu a’lam

Artikel Asli