Loading...
Loading…
Musim Hujan Telah Tiba, Ini 3 Doa Ketika Terjadi Petir

Musim Hujan Telah Tiba, Ini 3 Doa Ketika Terjadi Petir

Muslim | sindonews | Senin, 30 November 2020 - 09:15

Petir dan gemuruh merupakan satu dari banyak ciptaan-Nya yang layak direnungi dan diambil pelajaran. Bagaimana langit mengeluarkan suara dan kilatan hingga mengeluarkan hujan adalah salah satu tanda kebesaran Allah Ta\'ala.

Fenomena hujan dan petir ini diabadikan Allah Ta\'ala dalam Al-Qur\'an: " Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan ". (QS An-Nur Ayat 43)

Dalam Bahasa Arab, Ar-Ra\'du digunakan untuk menyebut suara guntur. Sementara Ash-Shawa\'iq dan Al-Barq digunakan untuk menyebut kilatan petir. Dalam riwayat At-Tirmidzi dan selainnya, Rasulullah ditanya tentang Ar-Ro\'du (guntur), lalu beliau menjawab: " Ar-Ro\'du adalah Malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah".

Berikut 3 Doa Ketika Mendengar Petir

1. Dari Ibnu Umar, dia berkata bahwa Nabi membaca doa ini ketika mendengar petir.

[arabOpen] [arabClose]

Allahumma La Taqtulna Bighadhobika wala Tuhlikna bi a\'zabika wa a\'fina Qobla Zalika

Artinya:

"Ya Allah, jangan bunuh kami dengan murka-Mu, dan jangan binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu." (HR at-Tirmidzi)

2. Abdullah bin Az-Zubair memberi teladan untuk berdoa saat mendengar suara petir. Ketika mendengar suara petir, beliau menghentikan pembicaraan lalu mengucapkan:

[arabOpen] [arabClose]

Subhanalladzi Yusabbihur Ra\'du Bihamdihi wal Malaa-ikatu min Khiifatih

Artinya:

"Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para Malaikat, karena takut kepada-Nya."

3. Dari Ikrimah mengatakan bahwa Ibnu \'Abbas radhiyallahu \'anhuma apabila mendengar suara petir, beliau mengucapkan:

[arabOpen] [arabClose]

Subhanalladzi Sabbahat Lahu

Artinya: "Maha Suci Allah yang petir bertasbih kepada-Nya".

Wallahu A\'lam

Original Source