Loading...
Loading…
Meski Mayoritas Muslim, di 5 Negara Ini Pria Tak Bisa Leluasa Poligami

Meski Mayoritas Muslim, di 5 Negara Ini Pria Tak Bisa Leluasa Poligami

Muslim | okezone | Senin, 09 Desember 2019 - 13:16

MESKI menjadi momok yang tak disukai bagi sebagian wanita, atau memiliki lebih dari satu istri diperbolehkan dalam Islam. Hanya saja di beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim, poligami diatur secara ketat.

Peraturan tersebut ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain faktor sosial politik dan pengaruh mazhab yang dianut.

Lalu negara mana saja yang menerapkan aturan ketat terhadap praktik poligami? Dikutip dari buku Ketika Fikih Membela Perempuan karya Prof. Dr. H. Nasararuddin Umar, berikut ulasannya.

1.Turki

Hukum Kekeluargaan Turki (The Turkish Code) tidak membenarkan seorang laki-laki melakukan poligami. Seorang laki-laki baru dapat dibenarkan kawin lagi jika ia mempunyai bukti yang konkret bahwa istrinya telah meninggal dunia atau telah ditalak, sedangkan untuk melakukan talak menurut perundang-undangan Turki sangat ketat.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Para ulama di Turki menganggap isyarat kebolehan poligami dalam Alquran hanya berlaku dalam kondisi-kondisi khusus, tetapi untuk masyarakat Turki, kondjsi sosial budaya dan ekonomi setempat tidak lagi dianggap realistis (realisable).

Sebagai tindak lanjut dari larangan praktik poligami, sebelum seseorang melangsungkan perkawinan terlebih dahulu harus diumumkan beberapa hari sebelumnya. Rencana perkawinan itu dapat digugat bila di kemudian hari terbukti salah seorang calon pengantin mempunyai istri atau suami (Pasal 18 ayat l 2), kemudian perkawinan dinyatakan batal manakala di kemudian hari ternyata salah seorang dari pasangan tersebut terikat dengan tali perkawinan (Pasal 19a & 19b).

2.Tunisia

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Sebagaimana halnya Turki, Tunisia juga menegaskan larangan berpoligami dan perkawinan kedua atau dinyatakan tidak sah, bahkan lebih tegas lagi karena dalam P213211 18 Undang-Undang Kekeluargaan Tunisia mengancam satu tahun penjara atau denda. Penerapan Hukum larangan berpoligami dianggap suatu terobosan besar, dan mungkin Tunisialah yang paling tegas terhadap praktik dibanding negara-negara Muslim lainnya.

Original Source