Perlu Berterima Kasih pada Diri Sendiri

Muslim | sindonews | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 17:30
Perlu Berterima Kasih pada Diri Sendiri

Manusia kerap lupa dan khilaf bahwa terlalu mengejar kesempurnaan hanya membuat manusia menjauh dari kesempurnaan itu sendiri. Seringkali manusia terobsesi dengan kesempurnaan.

Padahal ketidaksempurnaan adalah guru sekaligus sahabat yang baik. Justru dengan ketidaksempurnaan, manusia bisa menumbuhkan kesadaran bahwa setiap insan membutuhkan orang lain untuk saling melengkapi dan menyempurnakan sehingga antarsesama saling menghargai. (Baca juga : Satukan Hati dan Pikiran Saat Bertaubat)

Dengan ketidaksempurnaan yang dimiliki manusia justru menunjukkan bahwa dia telah sempurna menjadi manusia. Manusia yang utuh, sempurna, dan paripurna. Terlebih jika untuk mendapatkan kesempurnaan itu, ada banyak hal berharga yang harus dikorbankan.

Menjadi sempurna itu baik, tetapi lebih sempurna untuk terus menjadi manusia yang lebih baik lagi, dari hari demi hari. Marilah kita menjadi manusia yang sempurna dengan menyadari ketidaksempurnaan manusia.

Menyadari bahwa hidup tidaklah sempurna mengajarkan manusia untuk berproses lebih baik. Sedang terlalu mengejar kesempurnaan akan mengurangi syukur atas nilai seseorang sebagai manusia yang memang tak akan pernah bisa sempurna. Apalagi, seperti diketahui bahwa manusia adalah tempat berdiamnya sifat khilaf, salah, dan dosa. (Baca juga : Bersyukur dengan Hati, Lisan dan Amal Perbuatan)

Allah Azza wa Jalla, berfirman:

ثُمَّ سَوّٰىهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُّوحِهِۦ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصٰرَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ

"Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur." (QS. As-Sajdah : 9)

Demikianlah tabiat manusia, memang sedikit sekali yang bersyukur, Allah Azza wa Jalla mengingatkan kita bahwa kelengkapan seluruh anggota tubuh kita yang Allah ciptakan hendaknya kita bersyukur, nikmat sehat sehingga mampu beribadah dan aktifitas, belum lagi curahan rejeki yang begitu banyak, tapi ternyata memang sedikit sekali yang bersyukur. (Baca juga :BNPB Catat 1.921 Bencana Landa Indonesia Sepanjang 2020)

Menurut Ustad Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc, M.Si., dalam Al-Qur'an, ada empat kata yang digunakan untuk menunjukkan kududukan manusia, yaitu: pertama, sebagai insan, yang digunakan Al Qur'an 65 kali dan tersebar dalam 43 surat untuk menunjukkan kepada manusia dengan seluruh totalitasnya, jiwa, dan raga.

Kata insan jika dilihat dari asalnya nasiya yang artinya lupa, menunjuk adanya kaitan dengan kesadaran diri. Sedangkan kata insan untuk penyebutan manusia yang diambil dari akar kata al-uns yang berarti jinak dan harmonis. Karena manusia pada dasarnya dapat menyesuaikan dengan realitas hidup dan lingkungannya.

Sehingga, berusaha keras untuk mencari kesempurnaan hanya akan membuat hati menjadi tidak pernah tenang. Sulit untuk bersyukur, selalu dan selalu merasa kurang.

Jika sudah berhasil mencapai yang diinginkan, ia akan terus menuju hal lain agar kepuasannya terpenuhi. Padahal, kesempurnaan bukanlah jawaban jika ingin hidup bahagia. Lebih baik terima dan syukuri dengan besar hati semua kekurangan dan berterima kasih pada diri sendiri karena sudah kuat hingga saat ini. (Baca juga :Putus Penyebaran Covid-19, Ratusan Warga Kampung Muka Ancol Ikuti SITU KANAL)

Allah Azza Wa Jalla, berfirman:

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman : 77)

Hanya saja, meski manusia ada banyak dosa didalam dirinya. Namun harus disadari bahwa manusia memiliki banyak kelebihan di antara makhluk ciptaan Allah yang lain. Bahkan manusia juga disebut-sebut bisa menjadi lebih mulia dibanding malaikat.

Perbedaan yang mendasar yang menjadikan manusia lebih unggul bila dibandingkan makhluk ciptaan Allah yang lain yaitu :

1. Dari bentuk fisik

Kalau kita memperhatikan organ tubuh kita dari ujung kaki sampai ke ujung rambut pasti tidak ada yang kurang. Allah menyusun organ tubuh manusia sungguh sangat rumit tapi bagi Allah maha Kuasa.Kesempurnan fisik manusia itu sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S. At-Tin : 4. "Sesungguhnya kami telah menciptakan manuisa dalam bentuk yang sebaik-baiknya".

2. Dari segi akal pikiran

Allah menganugerahkan pikiran kepada manusia yang menjadikannya lebih unggul dari pada hewan. Akal merupakan perangkat yang akan membimbing manusia dalam memahami kebesaran sang khaliq yaitu memahami karya-karya-Nya baik itu Al-Qur'an maupun segala ciptaan-Nya. (Baca juga : Barcelona Menuju Akhir Sebuah Era)

Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Ali-Imran : 190 : "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal".

3. Dari segi nafsu

Nafsu merupakan hal yang mendasar yang membedakan antara manusia dengan malaikat.Dalam mengelola nafsunya itu manusia dibedakan menjadi dua golongan : pertama, golongan yang terkalahkan oleh nafsu, yaitu setiap perilakunya dikalahkan oleh nafsunya.Kedua, golongan yang mampu mengekang bahkan mengalahkan hawa nafsu sehingga nafsu tunduk pada perintahnya. (Baca juga :Hilangkan Kesedihan Hati dengan Amalan-amalan Ini!)

Jadi, rasa berterima kasih pada diri dan senantiasa bersyukurlah akan membuat hati tenang. Maka dari itu, terima kekurangan diri dan lengkapi dengan kelebihan yang kita miliki.

Wallahu A'lam

Artikel Asli