Solusi Terbaik Menghadapi Musibah seperti Wabah Covid-19

Muslim | okezone | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 09:26
Solusi Terbaik Menghadapi Musibah seperti Wabah Covid-19

MANUSIA tidak akan luput dari ujian. Allah Subhanahu wa ta’ala akan terus menguji hamba-Nya untuk melihat tingkat kesabarannya yang tentu saja dengan maksud agar semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Jika lolos ujian, maka Allah akan menaikkan derajat hamba-Nya.

Para nabi dan rasul adalah hamba yang paling sering diberikan ujian oleh Allah. Ujian itu kadang tidak sanggup dihadapi oleh manusia biasa. Tapi, para nabi dengan sabar menjalani ujian dan perintah Allah karena kekuatan iman.

Baca juga: 15 Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Asyura 10 Muharram

Allah memberikan ujian kepada hamba-Nya dalam berbagai bentuk, misalnya ditimba musibah, kemalangan, kehilangan, bencana, bahkan wabah penyakit seperti sekarang virus corona atau Covid-19 yang jadi pandemi seluruh dunia.

Apa yang harus dilakukan untuk menghadapi musibah seperti ini?

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH. Abdul Hakim Mahfudz menjelaskan seperti dikutip dari kolom khutbah di laman Tebuireng.Online, Sabtu (29/8/2020), bahwa Allah berfirman dalam Alquran Surat Al-Hadid 22:

مَاۤ أَصَابَ مِن مُّصِیبَةࣲ فِی ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِیۤ أَنفُسِكُمۡ إِلَّا فِی كِتَـٰبࣲ مِّن قَبۡلِ أَن نَّبۡرَأَهَاۤۚ إِنَّ ذَ ⁠لِكَ عَلَى ٱللَّهِ یَسِیرࣱ

Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.

Imam Ibnu Qayyum al-Jauzi menyebutkan, orang-orang beriman yang terkena musibah atau bencana mereka tidak lari darinya tidak berburuk sangka dan menghadapinya.

Mereka menyadari bahwa kehidupan di dunia ini adalah ujian yang diberikan Allah SWT. Beragam jenis ujian yang ditimpakan kepada dirinya, keluarganya, dan kawan-kawannya.

“Berbicara tentang musibah sebagian orang beranggapan ketika tertimpa suatu musibah, itu artinya ia sedang dimurkai oleh Allah. Padahal Allah bermaksud agar kita mendekatkan diri kepadanya. Dengan cara beristigfar, beribadah, dan mengakui kebesaran-Nya,” ,” tutur KH Abdul Hakim.

Sebagaimana dalam Alquran dalam Surat Al-Baqarah 155;

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَیۡءࣲ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصࣲ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَالِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَا⁠تِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِینَ

Artinya: “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Ayat ini adalah pemberitahuan Allah kepada orang-orang beriman bahwa Dia akan menguji mereka dengan perkara-perkara nyata agar menjadi sabar. Oleh karena itu kita harus percaya bahwa apa yang dituliskan pasti terjadi. Dan apa yang tidak ditentukan maka tidak akan terjadi.

Dalam suatu riwayat dikatakan,

مَا يَزَالُ البَلاَءُ بِالمُؤْمِنِ وَالمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

Seorang mukmin dan mukminah akan terus ditimpa musibah pada dirinya, anaknya, dan hartanya sampai ia bertemu Allah dalam keadaan hampa dosa.

Artikel Asli