Loading...
Loading…
Kisah Heroik Nabi Daud Taklukkan Raja Jalut dengan Ketapel

Kisah Heroik Nabi Daud Taklukkan Raja Jalut dengan Ketapel

Muslim | okezone | Kamis, 13 Agustus 2020 - 17:02

NABI Daud alaihissalam merupakan utusan Allah Subhanahu wa Ta\'ala ke-17 yang diamanatkan untuk menyampaikan wahyu, memberi peringatan dan mengarahkan kaum Bani Israil ke arah yang benar selepas peninggalan Nabi Musa dan Harun. Kisah Nabi Daud dapat dilihat pertama kali dalam Alquran, Surah Al-Baqarah ayat 246:

Artinya: Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah". Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang". Mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari anak-anak kami?". Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim, (QS. Al-Baqarah [2]:246) .

Dalam ayat tersebut, dikisahkan bahwa tadinya mereka (Bani Israil) mengatakan \'Kami pasti berjihad\' (tetapi ketika ada perintah itu malah banyak yang berpaling). Sudah berjanji mau berjihad tatkala diwajibkan jihad, terjadi apa yang dikhawatirkan oleh Nabi mereka, ternyata mereka banyak berpaling, cuma sedikit yang mau berjihad," kata dai muda Ustadz Firanda Andirja, dikutip dari channel YouTubenya, Kamis (13/8/2020).

Permintaan akan seorang raja dari kaum Bani Israil ini dipenuhi, kemudian Allah Subhanahu wa Ta\'ala menunjuk Talut, seorang pria miskin namun kaya akan ilmu dan kekuatan tubuh. Namun nyatanya perintah Allah tersebut dibantah oleh mereka.

Talut ini orang miskin, biasanya yang akan menjadi raja adalah orang-orang dari keturunan raja, begitupun dengan nabi-nabi yang memiliki keturunan dari salah satu golongannya yang sama. Sementara Talut bukanlah dari keturunan nabi maupun raja, dan dia orang miskin. Waktu Nabi mereka bilang Allah utus Talut jadi raja, mereka protes. Katanya, kok bisa dia jadi raja yang menguasai mereka? katanya.

Pertentangan dari kaum Bani Israil ini lantaran mereka merasa Talut tidak pantas karena Talut dari golongan orang miskin dan bukan keturunan raja, yang mana seorang raja menurut mereka adalah harus datang dari keturunan raja dan kaya akan harta.

Lalu Nabi Daud mereka mengatakan: Wahai Bani Israil, Allah sudah pilihkan bagi kalian, Allah sudah pilihkan dia (Talut) sebagai raja. Dan Allah sudah berikan kepada Talut yaitu kelebihan kelapangan dalam ilmu dan kekuatan tubuh. Menjadi raja adalah tentang siapa yang Allah kehendaki, bukan harus dari keturunan raja. Allah maha luas karunianya dan Allah maha mengetahui,".

Bukti nyata ditunjuknya Talut sebagai raja oleh Allah adalah datangnya tabut kepada mereka. Maka, saat momen itu terjadi, di mana tabut datang dibawakan oleh malaikat di depan mereka, barulah mereka mau menjadikan Talut sebagai raja, imbuh Ustadz Firanda.

Saat menjadi raja, Talut kemudian membawa serta pasukan Bani Israil untuk berperang melawan Jalut, yang telah merebut negeri Bani Israil dan menawan anak-anak mereka. Mendekati medan perang, pasukan Talut yang sedikit, hanya sekitar 300 orang, merasa tak sebanding ketika melihat pasukan Jalut yang begitu banyak hingga mencapai ribuan. Mereka merasa tak mampu untuk melawan pasukan Jalut.

Saat itu maju mereka melawan Jalut, Jalut berbadan besar, tidak ada yang berani melawan dia, dia hebat dalam pertempuran. Namun karena sikap serah diri mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta\'ala dapat membawa pasukan Talut menang dalam pertempuran," tuturnya.

Bagaimana pasukan Talut yang sedikit dapat menang melawan Jalut? Di antara ratusan orang di pasukan Talut, ada seorang pria yakni Nabi Daud yang berhasil membunuh Jalut. Ia dengan berani menerima tantangan Jalut yang meminta seseorang dari pasukan Talut untuk melawannya.

Meski sempat diremehkan oleh Jalut yang berbadan besar, namun Nabi Daud yakin mampu mengalahkan Jalut. Tidak disebutkan proses Daud membunuh Jalut, namun dalam Israiliyah diceritakan bahwa Daud membunuh Jalut dengan menggunakan ketapel atas izin Allah Ta\'ala.

Dalam sebagian israiliyah, disebutkan Daud itu pengembala kambing dan dia suka pakai ketapel, misalnya kalau ada serigala mau makan kambingnya, nanti diambil batu dia putar-putar lalu dia lempar pakai ketapel. Makanya dia ahli dalam melempar batu. Waktu lawan Jalut dia tidak kontak langsung, dia ambil batu lima buah, lalu ia putar-putar, saat dilempar pakai ketapel langsung kena kepala Jalut dan meninggal dunia, ungkapnya.

Konsep peperangan zaman dahulu ialah duel antar pemimpin, di mana saat salah satu pemimpin telah berhasil ditumbangkan, maka otomatis pasukannya akan jatuh semangatnya dan dapat dengan mudah dikalahkan telak oleh pasukan lawan.

Original Source