Loading...
Loading…
7 Perkara Ditanya Allah ke Manusia di Yaumul Hisab, Ini Rinciannya

7 Perkara Ditanya Allah ke Manusia di Yaumul Hisab, Ini Rinciannya

Muslim | okezone | Kamis, 13 Agustus 2020 - 00:07

YAUMUL Hisab atau hari perhitungan amal akan terjadi setelah kiamat tiba. Pada saat itu, manusia satu per satu akan dipanggil dan diperlihatkan segala amal perbuatan mereka selama di dunia. Ada banyak perkara yang akan ditanyakan oleh Allah secara keseluruhan saat hari perhitungan tiba.

Hisab memiliki dua pengertian menurut istilah akidah, pertama al - \'aradh (penampakan dosa dan pengakuan) dan munaqasyah (diperiksa secara sungguh - sungguh).

Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa hisab dapat dimaksudkan sebagai perhitungan antara amal kebajikan dan amal keburukan, dan di dalamnya terkandung pengertian munaqasyah dengan maksud pengertian pemaparan dan pemberitahuan amalan terhadap pelakunya. Dalam Al - Qur\'an surat an - Nahl (16) ayat 93 yang artinya, "...Tetapi kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan."

Berikut 7 perkara yang akan ditanyakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta\'ala saat Yaumul Hisab.

1. Tentang agama dan Alqur\'an

Islam adalah agama yang diridhai oleh Allah. Ketauhid-an akan dijadikan patokan dari segala amal perbuatan yang ada. Apabila ia tidak mengimani Allah dan Alqur\'an, maka manusia tidak akan selamat untuk sampai ke surga. Hal ini terdapat dalam Alqur\'an Surat Az-Zukhruf (43) ayat 43 - 44 yang artinya,

"Maka berpegang teguhlah engkau kepada (agama) yang telah diwahyukan kepadamu. Sungguh, engkau berada di jalan yang lurus. Dan sungguh, Alqur\'an itu benar - benar suatu peringatan bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban.

2. Tentang kekafiran dan kesyirikan

Manusia yang tidak mempercayai adanya Allah dan merupakan penyembah berhala, mereka akan mendapat azab yang pedih dikarena kekafiran dan kesyirikannya. Allah pasti akan menanyakan tentang kedua hal tersebut.

Hal ini terdapat dalam Alqur\'an surat An-Nahl (16) ayat 56 yang artinya, "Dan mereka menyediakan sebagian dari rezeki yang telah Kami Berikan kepada mereka, untuk berhala - berhala yang mereka tidak mengetahui (kekuasaannya). Demi Allah, kamu pasti akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada - adakan."

Kemudian, Allah menghinakan mereka sebagaimana dalam Alqur\'an surat An-Nahl (16) ayat 27 yang artinya,

"Kemudian Allah Menghinakan mereka pada hari kiamat, dan Berfirman, "Di manakah sekutu - sekutu-Ku itu yang (karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi - nabi dan orang yang beriman)?" Orang-orang yang diberi ilmu berkata, "Sesungguhnya kehinaan dan azab pada hari ini ditimpakan kepada orang yang kafir."

3. Tentang kebohongan mereka

Manusia yang tidak mengimani Allah sebagai Tuhan Yang Agung, mereka menganggap bahwa para malaikat adalah perempuan. "Orang - orang musyrik jahiliyah mengatakan malaikat itu perempuan," ujar Ustadz Abdul Somad dalam sebuah ceramahnya yang dikutip pada Rabu (12/8/2020).

Allah juga menerangkan bahwa manusia yang menganggap malaikat sebagai anak perempuan-Nya, mereka telah berdosa besar. Hal ini terkandung dalam Alqur\'an Surah Al-Isra (17) ayat 40 yang artinya,

"Maka apakah pantas Tuhan Memilihkan anak laki - laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar - benar mengucapkan kata yang besar (dosanya)."

4. Tentang kenikmatan di dunia

Pada hari itu, manusia akan ditanyakan untuk apa harta yang diberikan kepadanya. Apakah mereka menghambur - hamburkan, bermegah - megahan, atau untuk sesuatu hal yang bermanfaat.

Alqur\'an surat At-Takatsur (102) ayat 8 menerangkan yang artinya, "kemudian kamu benar - benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)."

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu \'Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu \'Alaihi Wasallam bersabda, "Hal pertama yang akan ditanyakan pada hari kiamat adalah kenikmatan di dunia, dan seorang hamba akan ditanya, "Bukankah Kami telah menyehatkan badanmu dan melepaskan dahagamu dengan air yang dingin?" (HR. At - Tirmidzi)

5. Tentang janji-janji dan kesepakatan

Sesungguhnya, segala janji dan kesepakatan akan dimintai pertanggung jawaban. Alqur\'an surat Al - Isra (17) ayat 34 menjawab yang artinya,

"Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai dia dewasa, dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya."

Original Source