Loading...
Loading…
Ujian Menikah Sebab Niat dan Bagaimana Tuntunan Rasulullah?

Ujian Menikah Sebab Niat dan Bagaimana Tuntunan Rasulullah?

Muslim | republika | Jumat, 17 Juli 2020 - 05:47

REPUBLIKA.CO.ID, Menikah adalah di antara seni dalam mengarungi hidup tersendiri. Ada banyak hal yang penting diperhatikan, termasuk soal niat.

Berikut ini kisah ujian dan cobaan dari menikah yang berangkat dari niat tak lurus. Kisah ini diriwayatkan dari ulama besar di masa Salaf, Sufyan bin Uyainah (107-198 H), sebagaimana dinukilkan Direktur Aswaja Center Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Maruf Khozin, dari Kitab Hilyat AlAwliya , karangan Abu Naaim Al-Ashafani:

: - - :

Ada lelaki datang kepada Sufyan dan berkata: "Aku ingin mengadu padamu tentang istriku. Aku sangat rendah baginya dan tidak berharga". Sufyan bertanya: "Apa kamu menikahinya dengan harapan mendapat keagungan?" Lelaki itu menjawab: "Ya, betul".

: , ,

Sufyan berkata: "Barangsiapa ingin keagungan (dalam pernikahan) maka ia diuji dengan kehinaan. Barangsiapa yang memilih ingin kaya maka diuji dengan kemiskinan. Barangsiapa menikah karena agamanya maka Allah himpun baginya kemuliaan, harta dan Agama"

: , , , , , , ,

Sufyan kemudian bercerita: "Kami bersaudara ada empat. Muhammad, Imron, Ibrahim dan saya. Muhammad adalah yang paling tua. Imron yang paling muda. Dan saya tengah-tengah"

, , , :

Muhammad menikah dengan tujuan kedudukan. Lalu ia menikah dengan wanita yang lebih besar kedudukannya. Ternyata Allah mengujinya dengan kehinaan. Imron menikah ingin mendapat kekayaan. Maka ia menikahi wanita yang lebih kaya. Ternyata Allah mengujinya dengan kemiskinan. Mereka mengambil hartanya dan tidak memberikan suatu apapun kepadanya.

, ,

Lalu kami didatangi oleh Mamar bin Rasyid. Saya ajak diskusi, saya sampaikan kisah saudara-saudara saya. Mamar mengingatkan saya dengan hadis Yahya bin Jadah dan hadis Aisyah.

: : " : , , , , ".

Hadits riwayat Jadah bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Wanita dinikah karena empat hal, agamanya, kedudukannya (keturunan), hartanya dan kecantikannya. Dapatkanlah olehmu wanita yang agamis, maka kau tidak akan menyesal."

: .

Hadits riwayat Aisyah bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Wanita yang paling besar keberkahannya adalah yang paling mudah biaya nafkahnya."

, "

Aku memilih Agama dan nafkah yang tidak memberatkan pundakku dalam pernikahanku, untuk mengikuti sunah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Allah anugerahkan kepadaku memiliki kemuliaan, harta dan agama."

Original Source