Loading...
Loading…
Cerdas dan Subur Ilmu, Asy-Syifa

Cerdas dan Subur Ilmu, Asy-Syifa\' Dinobatkan Sebagai Pendidik Muslimah Pertama

Muslim | sindonews | Kamis, 25 Juni 2020 - 11:45

Banyak kisah inspiratif dari perjalanan para shahabiyat yang mendapat kedudukan tersendiri di sisi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam . Salah satunya merupakan tokoh ilmuwan perempuan pertama dalam Islam. Ia adalah seorang muslimah yang terkenal dengan kepandaian dan kebaikannya sejak zaman Jahiliyah, di mana pada saat itu hanya segelintir wanita yang diperbolehkan menulis dan membaca.

Perempuan ini bernama Asy-Syifa binti Abdullah bin Abdi Syams bin Khalaf bin Sadad bin Abdullah bin Qirath bin Razah bin Adi bin Kaab al-Qurasyiyyah al-Adawiyah. Dalam kitab \' Nisaa Haular Rasul" , dijelaskan Asy-Syifa radhiyallahu\'anha masuk Islam sebelum hijrahnya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dan termasuk muhajirin angkatan pertama serta termasuk wanita yang berbaiat kepada Rasulullah . Dialah yang disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Taala :

"Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia bahwa mereka tidak akan mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-Mumtahanah: 12)

Asy-Syifa dikenal sebagai guru dalam membaca dan menulis sebelum datangnya Islam, sehingga tatkala ia masuk Islam Asy-Syifa\' tetap memberikan pengajaran kepada wanita-wanita muslimah dengan mengharapkan ganjaran dan pahala. Oleh karena itulah, ia disebut sebagai guru wanita pertama dalam Islam.

Di antara wanita yang dididik oleh Asy-Syifa adalah Hafshah binti Umar bin Khatthab, istri Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam . Telah diriwayatkan dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah meminta kepada Asy-Syifa untuk mengajarkan kepada Hafshah tentang menulis dan sebagian ruqyah (pengobatan dengan doa-doa).

Asy-Syifa berkata, "Suatu ketika Rasulullah masuk sedangkan saya berada di samping Hafshah, beliau bersabda: Mengapa tidak engkau ajarkan kepadanya ruqyah sebagaimana engkau ajarkan kepadanya menulis." (HR Abu Daud).

Sebelumnya asy-Syifa dikenal sebagai ahli ruqyah di masa Jahiliyah, maka tatkala ia masuk Islam dan berhijrah ia berkata kepada Rasulullah , "Aku adalah ahli ruqyah di masa Jahliliyah dan aku ingin memperlihatkannya kepada Anda."

Lalu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Perlihatkanlah kepadaku." Asy-Syifa berkata, "Maka, aku perlihatkan cara meruqyah kepada beliau yakni meruqyah penyakit bisul." Kemudian, Rasulullah SAW bersabda, "Meruqyalah dengan cara tersebut dan ajarkanlah hal itu kepada Hafshah."

Di antara yang termasuk ruqyah adalah doa:

"Ya Allah Tuhan manusia, Yang Maha menghilangkan penyakit, sembuhkanlah, karena Engkau Maha Penyembuh, tiada yang dapat menyembuhkan selain Engkau, sembuh yang tidak terjangkiti penyakit lagi." (HR Abu Daud).

Inilah, asy-Syifa yang telah mendapatkan bimbingan banyak dari Rasulullah SAW. Sungguh asy-Syifa sangat mencintai Rasulullah sebagaimana kaum mukminin dan mukminat yang lain, beliau belajar dari hadis-hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang banyak tentang urusan dien (agama) dan dunia.

Bahkan sang Amirul Mukminin Umar bin Khatthab radhiyallahu\'anhu sangat mendahulukan pendapat beliau, menjaganya dan mengutamakannya dan terkadang beliau mempercayakan kepadanya dalam urusan pasar. Begitu pula sebaliknya, asy-Syifa juga menghormarti Umar, beliau memandangnya sebagai seorang muslim yang shadiq (jujur), memiliki suri teladan yang baik dan memperbaiki, bertakwa dan berbuat adil.

Suatu ketika asy-Syifa melihat ada rombongan pemuda yang sedang berjalan lamban dan berbicara dengan suara lirih, beliau bertanya, "Apa ini?" Mereka menjawab, "Itu adalah ahli ibadah." Beliau berkata: "Demi Allah, Umar adalah orang yang apabila berbicara suaranya terdengar jelas, bila berjalan melangkah dengan cepat, dan bila memukul mematikan."

Asy-Syifa menjalani sisa-sisa hidupnya setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dengan menghormati dan menghargai pemerintahan Islam hingga beliau wafat pada tahun 20 Hijriyah.

Wallahu A\'lam

Original Source