Kisah Bijak Para Sufi: Saudagar dan Darwis Kristen

Muslim | sindonews | Published at Minggu, 14 Juni 2020 - 06:15
Kisah Bijak Para Sufi: Saudagar dan Darwis Kristen

SEORANG saudagar kaya dari Tabriz datang ke Konia mencari orang paling bijaksana di sana karena ia sedang dalam masalah. Setelah mencoba mendapat nasihat dari para pemuka agama, pengacara dan lainnya, ia mendengar tentang Jalaludin Rumi, dan ia pun dibawa kepada Jalaludin Rumi. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Gerbang Surga)

Saudagar itu membawa lima puluh keping emas sebagai persembahan. Ketika dilihatnya Sang Maulana di ruang pertemuan, sangat haru dalam hatinya. Rumi pun berkata kepadanya:

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Empat Harta Ajaib

"Lima puluh keping emasmu diterima. Tetapi, engkau telah kehilangan dua ratus, itulah sebabnya engkau kemari. Tuhan telah menghukummu dan menunjukkan sesuatu kepadamu. Sekarang segalanya akan beres bagimu."

Saudagar itu terkesima akan pengetahuan Sang Maulana. Rumi pun melanjutkan:

Baca juga: Hikayat-Hikayat Mistis: Burung Hoopoe dan Burung Hantu

"Engkau dilanda banyak kesulitan karena pada suatu hari jauh di negeri barat sana, engkau melihat seorang darwis Kristen rebah di jalan. Engkau meludahinya. Sekarang pergilah ke sana dan mintalah maaf, dan sampaikan salam kami kepadanya."

Sementara saudagar itu berdiri ketakutan karena rahasianya diketahui, Rumi pun berkata: "Perlukah kami tunjukkan dia kepadamu sekarang?" Rumi menyentuh dinding ruangan, dan seketika saudagar itu melihat orang suci itu di sebuah pasar di Eropa. Ia pun terhuyung-huyung pergi dari hadapan Sang Maulana, tercengang-cengang.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Warisan

Segera saja ia menempuh perjalanan untuk menemui bijak Kristen itu, dan ia mendapatinya terlentang lesu di tanah. Ketika darwis Kristen itu pun berkata, "Guru kami, Jalal, telah memberitahu saya."

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Kisah Api

Saudagar itu melirik ke arah yang ditunjukkan darwis tersebut dan melihat, layaknya pada sebuah gambar, Jalaludin mengucapkan kata-kata berikutl "Entah permata entah kerikil, ada tempat di bukit-Nya, ada tempat untuk semua ..."

Saudagar itu pulang menyampaikan salam darwis Kristen tersebut kepada Rumi, dan memutuskan untuk tinggal di tengah-tengah komunitas darwis di Ionia.(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Cara Mendapat Pengetahuan)

===

Luasnya pengaruh Jalaludin Rumi terhadap khazanah pemikiran dan sastra Barat saat ini semakin jelas lewat penelitian akademis. Tak disangsikan lagi bahwa ia mempunyai banyak pengagum di Barat, dan kisah-kisahnya muncul dalam karya-karya Hans Anderson, dalam Gesta Romanorum tahun 1324. Bahkan dalam karya Shakespeare.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Tiga Kebenaran

Di Timur, banyak pihak yang mengatakan bahwa Rumi memiliki kedekatan tertentu dengan para pemikir dan mistikus Barat. Versi "Saudagar dan Darwis Kristen" ini diterjemahkan dari Munaqib Al-Arifin karya Aflaki, yang memuat tentang kehidupan para darwis Mevlevi awal, yang selesai ditulis pada tahun 1353.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Fatimah Si Pemintal dan Tenda

Dinukil dari Idries Shah "Tales of The Dervishes" diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Kisah Pasir)

Artikel Asli