Loading...
Loading…
Bolehkah Mencicil Mahar Pernikahan?

Bolehkah Mencicil Mahar Pernikahan?

Muslim | okezone | Senin, 08 Juni 2020 - 14:31

MAHAR adalah suatu pemberian yang wajib diberikan oleh laki-laki sebagai simbol ketulusan hati untuk menimbulkan rasa cinta kasih bagi perempuan yang hendak dinikahi. Syeikh Abdurrahman al Jaziri dalam kitabnya Fiqh \'Ala Madzhabi al Arba\'ah mendefinisikan mahar atau maskawin sebagai nama dari suatu benda yang waijb diberikan oleh seorang laki-laki kepada perempuan yang disebutnya dalam akad nikah sebagai pernyataan persetujuan antara keduanya untuk hidup bersama sebagai suami-istri.

Meskipun bukan termasuk rukun nikah, mahar menjadi sesuatu yang wajib diberikan oleh laki-laki kepada perempuan. Hal ini sesuai firman Allah Subhanahu wa ta\'ala:

Artinya: "Berikan mahar (maskawin) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan." (QS Surah An-Nisa: 4)

Pemberian mahar yang berlaku dalam tradisi mayoritas masyarakat di Indonesia biasanya dilakukan pada awal pernikahan, yakni ketika berlangsungnya prosesi akad nikah.

Lantas, bagaimana jika laki-laki tidak mampu memberikan mahar senilai yang diminta oleh perempuan? Bolehkah laki-laki tersebut mencicil mahar?

Pada prinsipnya mahar merupakan hak istri yang wajib diberikan oleh suami sebagai tanda keseriusan dan simbol kesanggupannya untuk menafkahi perempuan yang dinikahi selama mengarungi kehidupan berumah tangga.

Mahar yang diberikan kepada perempuan oleh laki-laki harus sesuai kesepakatan kedua pihak. Baik dalam segi jumlah maupun waktu penyerahannya.

Dalam Pasal 33 Ayat (1) dan (2) Kompilasi Hukum Islam (KHI) dijelaskan:

"Penyerahan mahar dilakukan secara tunai. Apabila calon mempelai wanita menyetuji, penyerahan mahar boleh ditangguhkan, baik untuk seluruhnya atau untuk sebagian. Mahar yang belum ditunaikan penyerahannya menjadi utang (calon) mempelai pria."

Original Source