Loading...
Loading…
Wahai Muslimah, Yuk Sibukkan Dirimu Dengan Membaca Al-Qur

Wahai Muslimah, Yuk Sibukkan Dirimu Dengan Membaca Al-Qur\'an

Muslim | sindonews | Senin, 08 Juni 2020 - 07:05

Ramadhan telah usai. Ada banyak ibadah yang dilakukan di dalamnya, misalnya, membaca Al-Qur\'an. Sayangnya, kebanyakan orang, hanya fokus mengkhatamkan Al-Qur\'an cuma di saat Ramadhan saja. Setelah Ramadhan, Al-Qur\'an kembali jarang dibaca.

Bahkan, malas membaca Al-Qur\'an juga banyak dialami para wanita. Amat disayangkan. Padahal, salah satu amal ibadah yang sangat dianjurkan adalah menyibukkan diri dengan Al-Quran. Itu juga berlaku untuk muslimah , kalangan wanita.

Al-Quran merupakan ma\'dubatullah (hidangan Allah). Hidangan untuk umat manusia, suatu hidangan yang tidak akan pernah membosankan, semakin dinikmati akan semakin bertambah nikmat.

Muslimah sangat dianjurkan untuk selalu menyibukkan diri dengan Al-Quran dalam hari-harinya. Di sela mengurus anak dan keluarga, membaca Al-Qur\'an jangan sampai ditinggal. Karena sebaik-baik kesibukan adalah sibuk dengan Al-Quran.

Allah SWT berfirman dalam hadits Qudsi: "Barangsiapa yang disibukkan oleh Al-Quran sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, akan Aku berikan kepadanya sesuatu yang paling baik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta, dan keutamaan kalam Allah terhadap seluruh kalam selainnya adalah seperti keutamaan Allah terhadap seluruh makhluk-Nya." (HR Ahmad dan Thabrani).

Selain itu, muslimah yang sibuk dengan Al-Quran akan memperoleh ketentraman (sakinah), rahmat, naungan malaikat, dan Allah SWT akan senantiasa menyebutnya.

Rasulullah ? bersabda, "Tiada suatu kaum berkumpul di suatu rumah Allah, membaca kitab Allah, dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali ketenangan akan diturunkan kepada mereka, dan mereka akan diliputi oleh rahmat Allah, dikelilingi para malaikat, dan Allah kan menyebut mereka kepada yang hadir di majelis itu." (HR Muslim).

Pertama, sibuk dalam membaca Al-Quran. Allah SWT menjanjikan pahala dan balasan besar bagi orang yang membaca Al-Quran (QS Fathir [35]: 29-30).

Rasulullah ? bersabda; "Orang yang membaca Al-Quran dan pandai dalam membacanya, ia bersama para malaikat yang mulia. Dan yang membaca Al-Quran dengan mengeja dan ia membacanya dengan sulit ia mendapatkan dua pahala." (HR Muttafaq alaih).

Kedua, sibuk dalam mentadabburi Al-Quran. Al-Quran akan menjadi ruh (penggerak) bagi kemajuan kehidupan manusia manakala selalu dibaca dan ditadabburi makna yang terkandung dalam setiap ayatnya.

Allah SWT berfirman:

"Sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu dengan berkah agar mereka mentadabburkan ayat-ayatnya dan agar menjadi peringatan bagi orang-orang yang berakal." (QS: Shad [38]: 29).

Ketiga, sibuk dalam menghafalkan Al-Quran. Al-Quran selain dibaca dan direnungkan juga perlu dihafalkan, dipindahkan dari tulisan ke dalam dada, karena hal itu merupakan ciri khas orang-orang yang diberi ilmu.

Allah SWT berfirman:

"Sebenarnya Al-Quran itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada-dada orang-orang yang diberi ilmu, dan tidaklah mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzolim." (QS al-Ankabut [29]: 49).

Keempat, sibuk dalam mengamal Al-Quran. Allah SWT berfirman:

"Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (QS al-Anam [6]: 155).

Kelima, sibuk dalam mengajarkan Al-Quran. Rasulullah ? bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya." (HR Bukhari)

Semoga Allah membimbing kita muslimah agar dapat menyibukkan diri dengan Al-Quran, setelah bulan Ramadhan ini dan pada sebelas bulan berikutnya serta istikamah dalam menyibukkan dengan Al-Quran hingga akhir hayat, sehingga layak disebut sebagai keluarga Allah SWT.

Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia. "Para sahabat bertanya, Siapakah mereka ya Rasulullah? Nabi menjawab, Ahli Al-Quran, mereka adalah keluarga Allah SWT dan orang-orang dekat-Nya." (HR Ahmad dan an-Nasai).

Wallahu A\'lam.

Original Source