Makan Kepiting Halal atau Haram? Simak Penjelasan MUI dan Para Ulama

Muslim | okezone | Published at Kamis, 25 November 2021 - 12:38
Makan Kepiting Halal atau Haram? Simak Penjelasan MUI dan Para Ulama

KEPITING merupakan salah satu hidangan laut favorit masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Pasalnya, daging kepiting sangat lezat dan bernilai gizi tinggi. Akan tetapi problematika hukum makan kepiting hingga saat ini masih ada yang memperdebatkannya, halal atau haram?

Pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon KH Yahya Zainul Maarif atau akrab disapa Buya Yahya mengatakan memang benar menurut sebagian kalangan mazhab Syafii haram makan kepiting.

"Memang disebutkan dalam mazhab Imam Syafi'i membahas tentang hukum memakan kepiting," ujar Buya Yahya, seperti dikutip dari kanal YouTube Al Bahjah TV, Kamis (25/11/2021).

Ia menjelaskan, haram yang dimaksud oleh Imam Syafi'i adalah kepiting yang hidup di darat. Di mana kepiting tersebut ketika menyentuh air sekadar minum. Sementara kepiting-kepiting yang ditemui di pantai terbagi dalam dua, kepiting yang benar-benar hidup di laut dan di darat.

Ilustrasi hukum makan kepiting. (Foto: Instagram @christmasisland)

"Nah yang di pantai bisa dibedakan. Ada kepiting di darat dan di laut. Orang-orang pantai yang membedakan," terang Buya Yahya.

Oleh karena itu, lanjut dia, bisa diambil jalan tengahnya. Bahwa kepiting yang ada di laut, keluar hanya untuk jalan sesaat, kemudian kembali lagi ke laut, maka itu halal. Sebab semua hewan di laut itu boleh dimakan.

Sementara itu menurut Imam Malik, memakan kepiting baik yang hidup di darat maupun di air atau laut diperbolehkan atau halal.

"Jika mengikuti Imam Malik bukan sesuatu yang terlarang. Dengan niat benar-benar patuh, dan niat menurut syariat, bukan seenaknya sendiri," tutur Buya Yahya.

Ia mengatakan, sesuatu yang berniat kepada syariat, maka diperbolehkan. Namun jangan hanya karena makanan, maka sembarangan mengambil keputusan.

Artikel Asli