MUI Ungkap Minuman Teh Kemasan Berpotensi Haram, Ini Penjelasannya

Muslim | okezone | Published at Kamis, 25 November 2021 - 11:21
MUI Ungkap Minuman Teh Kemasan Berpotensi Haram, Ini Penjelasannya

TEH merupakan salah satu tumbuhan yang banyak di Indonesia. Teh dapat diolah menjadi minuman yang cukup digemari di Indonesia. Tapi siapa sangka, minuman teh ternyata bisa berpotensi haram. Ini khususnya minuman teh kemasan. Demikian dijelaskan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Dikutip dari laman halalmui.org , Kamis (25/11/2021), auditor halal senior LPPOM MUI Profesor Sedarnawati Yasni menerangkan bahwa daun teh yang merupakan bahan nabati sejatinya tidak memiliki titik kritis. Namun, lain halnya jika dalam pembuatannya mencampurkan bahan tambahan lain.

Sebagaimana diketahui, pembuatan teh dilakukan dengan cara fermentasi spontan sehingga tidak berpotensi haram. Fermentasi pada daun teh tidak menggunakan mikroba sebagai sumber enzim, tetapi menggunakan enzim polyphenol oksidase yang terdapat pada daun teh itu sendiri.

Jika daun teh diremas, maka enzim ini akan keluar dan bereaksi dengan polifenol dan oksigen membentuk polifenol yang teroksidasi.

Ilustrasi minuman teh. (Foto: Racool Studio/Freepik)

Guru besar IPB University itu menerangkan, dalam proses produksi teh banyak bahan yang ikut dicampurkan. Hal itulah yang membuat teh, khususnya minuman teh kemasan, tetap wajib diwaspadai titik kehalalannya oleh konsumen Muslim. Selain dalam bentuk serbuk, di pasaran juga telah banyak beredar teh siap minum yang dikemas di dalam kotak maupun botol.

Prof Sedarnawati, yang pernah melakukan penelitian tentang minuman Cinna Alle yang terdiri dari 17 jenis rempah-rempah, menjelaskan bahwa salah satu titik kritis kehalalan pada teh terletak pada kandungan perisa yang bisa terkait beberapa hal.

Adanya teh dengan berbagai rasa dan aroma, tak lepas dari faktor perisa. Misalnya teh aroma dan rasa melati, vanila, lemon, mint, dan sejenisnya.

Artikel Asli