Tausiyah Ramadhan: Puasa yang Bertanggungjawab

Muslim | okezone | Published at Jumat, 15 Mei 2020 - 03:47
Tausiyah Ramadhan: Puasa yang Bertanggungjawab

Puasa yang berhasil adalah yang mampu membentuk perilaku lingkungan yang bertanggungjawab (responsibility environmental behavior), yang diimplementasikan melalui Perilaku “TAQWA”. Perilaku taqwa ditandai dengan hadirnya perbuatan fisik yang dapat diamati dan dilihat oleh lingkungan sekitarnya.

Allah SWT berfirman dalam Alquran, yang artinya : Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Dan (juga) orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal (Qs. Ali Imran 133-136).

Pribadi orang yang senantiasa tercermin dari perilaku dan akhlaq lingkungannya. Sikap dan tindakannya senantiasa penuh dengan kesadaran. Akhlaqnya selalu terejawantahkan secara nyata. Tindakan sosial kemasyarakatannya dipenuhi dengan akal (kesadaran) dan norma yang agung.

Menempatkan dirinya sebagai contoh tauladan (Uswatun Hasanah) di tengah lingkungan kehidupanya. Taqwa bagi orang yang berpuasa adalah aplikasi dari Responsibility environmental behavior (perilaku lingkungan yang bertanggung jawab). Dengan ketaqwaanya dia selalu bersikap Tasammuh (Toleran), Akhlaqiyah (santun), Tathowuiyyah (Sukarela), Tawazzun (seimbang), Ishlahiyyah (reformis).

Orang yang puasanya sukses, selalu menjadikan dirinya sebagai seorang pembelajar. Maka lingkungan dan alam semesta menjadi sarana pembelajaran utama bagi dirinya. Secara kontinyu mengasah kemampuannya dengan berbagai literatur yang tersedia. Menjadikan dirinya sebagai manusia yang memahami bagaimana mendorong perilaku bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dan mampu mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhinya, meliputi ; locus of control, rasa tanggung jawab, pengetahuan dan sikap manusia.

Predikat Taqwa bagi orang yang berpuasa, senantiasa di bangun dengan pendekatan dan paradigma sosial yang berkeadaban. Paradigma tersebut merupakan suatu gerakan nyata yang dilakukan dan dipraktekkan melalui penjagaan tradisi dan budaya lingkungan yang baik. Senantiasa memahami dinamika perubahan sosial dan lingkungannya dan selalu melakukan berbagai inovasi dan kreatifitas bagi terbangunnya solidaritas dan tanggungjawab lingkungan secara berkelanjutan.

Ditengah wabah Covid-19 ini diperlukan suatu gerakan lingkungan dengan menyadarkan lingkungan kita untuk meninggalkan perilaku yang tidak bertangungjawab, seperti; saling menyalahkan, membenci, mencaci maki, menyebar hoax dan lain sebagainya. Wabah covid 19 yang melanda Indonesia dan dunia, mungkin saja disebabkan oleh perilaku lingkungan kita yang tidak bertanggungjawab. Bukankah Allah SWT telah mengingatkan kepada kita sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran :

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. Ar-Rum : 41).

Artikel Asli