Kandungan Surah Yunus Ayat 40-41, Menyikapi Perbedaan Tanpa Kekerasan

Muslim | sindonews | Published at Minggu, 14 November 2021 - 17:17
Kandungan Surah Yunus Ayat 40-41, Menyikapi Perbedaan Tanpa Kekerasan

Surat Yunus ayat 40-41 adalah ayat yang mengajarkan untuk menjauhi tindak kekerasan. Dua ayat ini merupakan bukti keindahan Islam dalam menyikapi orang yang tak beriman. Di sisi lain, ada empat poin penting dalam ayat ini yakni realitas keberimanan, pembuat kerusakan, konsekuensi amal dan menyikapi perbedaan tanpa kekerasan.

Allah SWT berfirman:

[arabOpen] [arabClose]

Artinya: " Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan ". (QS Yunus : 40)

Allah SWT menjelaskan kepada Rasulullah SAW dan pengikut-pengikutnya bahwa keadaan orang musyrikin yang mendustakan ayat-ayat Al-Quran akan terbagi menjadi dua golongan.

Segolongan yang benar-benar mempercayai Al-Quran dengan iktikad yang kuat dan segolongan lainnya tidak mempercayainya dan terus menerus berada dalam kekafiran. Namun demikian, mereka tidak akan diazab secara langsung di dunia seperti nasib yang telah dialami oleh kaum sebelum Nabi Muhammad SAW.

Di akhir ayat dijelaskan bahwa Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang membuat kerusakan di bumi, karena mereka mempersekutukan Allah, menganiaya diri mereka sendiri dan menentang hukum Allah. Hal itu disebabkan karena fitrah mereka telah rusak. Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat siksaan yang pedih.

Selanjutnya Allah berfirman:

[arabOpen] [arabClose]

Artinya: "Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah, "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan. " (QS Yunus : 41)

Pada ayat ini Allah SWT memberikan penjelasan, apabila orang musyrikin itu tetap mendustakan Muhammad SAW, maka Allah memerintahkan kepadanya untuk mengatakan kepada mereka bahwa Nabi Muhammad SAW berkewajiban meneruskan tugasnya yaitu meneruskan tugas-tugas kerasulannya. Sebagai penyampai perintah Allah yang kebenarannya jelas. Perintah yang mengandung peringatan dan janji-janji serta tuntunan ibadah berikut pokok-pokok kemaslahatan yang menjadi pedoman untuk kehidupan dunia.

Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar menjelaskan, jika mereka masih saja membantah dan tidak mau percaya, ayat ini memerintahkan Rasulullah untuk menegaskan bahwa "bagiku amalku, bagi kalian amal kalian." Masing-masing ada konsekuensi dan akibatnya. Amal baik membawa ke surga. Amal buruk menyeret ke neraka.

Nabi Muhammad SAW tidak diperintahkan untuk menghakimi mereka, apabila mereka tetap mempertahankan sikap mereka yang mendustakan Al-Quran dan mempersekutukan Allah. Allah berfirman:

[arabOpen] [arabClose]

Katakanlah (Muhammad), "Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing." Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya . (QS al-Isra : 84)

Mereka berlepas diri (tidak bertanggung jawab) terhadap apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan Nabi Muhammad pun tidak bertanggungjawab terhadap apa yang mereka lakukan. Maksudnya Allah tidak akan menjatuhkan hukuman kepada seseorang karena kesalahan orang yang lain. Allah berfirman:

[arabOpen] [arabClose]

Katakanlah, "Kamu tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kami kerjakan dan kami juga tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kamu kerjakan ." (QS Saba : 25)

[arabOpen] [arabClose]

Katakanlah (Muhammad), "Jika aku mengada-ada, akulah yang akan memikul dosanya, dan aku bebas dari dosa yang kamu perbuat." (QS Hud : 35)

Dan firman-Nya lagi:

[arabOpen] [arabClose]

Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS asy-Syuara : 216)

Sebagaimana Surat Yunus secara keseluruhan, ayat 40-41 ini juga tergolong Makkiyah. Ia diturunkan di Makkah sebelum Rasulullah SAW hijrah. Sebagaimana surat Makkiyah lainnya, surat ini banyak membicarakan tentang keimanan serta menghadapi sikap dan pandangan kaum musyrikin Makkah.

Artikel Asli