Jangan Lupa Besok Puasa Senin Kamis, Ini 5 Keutamaannya

okezone | Muslim | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 18:37
Jangan Lupa Besok Puasa Senin Kamis, Ini 5 Keutamaannya

BESOK jangan lupa menjalankan puasa Senin Kamis. Tersimpan keutamaan besar di balik ibadah sunah ini. Bahkan diketahui Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam selalu berpuasa Senin Kamis. Sebab di kedua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan kaum Muslimin pada Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Banyak keutamaan bagi seorang Muslim melakukan puasa Senin Kamis," ungkap Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Dirinya menerangkan, besarnya keutamaan puasa Senin Kamis sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

1. Rasulullah selalu puasa pada hari Senin dan Kamis

Dalam riwayat Usamah bin Zaid, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

. . .

Artinya: "Aku berkata kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, 'Wahai Rasulullah, Engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira Engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang Engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.' Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bertanya, 'Apa dua hari tersebut?' Usamah menjawab, 'Senin dan Kamis.' Lalu Beliau bersabda, 'Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (kepada Allah Subhanahu wa ta'ala). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa'." (HR An Nasai Nomor 2360 dan Ahmad 5: 201. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)

2. Rasulullah suka amalannya dihadapkan ketika sedang puasa

Selanjutnya dalam riwayat hadis lain, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Artinya: "Berbagai amalan dihadapkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa."

(HR Tirmidzi Nomor 747. At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan ghorib. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan. Syekh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi yaitu sahih dilihat dari jalur lainnya).

Artikel Asli