Kandungan Surah Al Asr Ayat 1-3

okezone | Muslim | Published at Kamis, 16 September 2021 - 14:14
Kandungan Surah Al Asr Ayat 1-3

KANDUNGAN Surah Al Asr sangat besar. Meski hanya berisi tiga ayat, Surah Al Asr yang memiliki arti 'Waktu sore' terdapat makna mendalam di baliknya. Al Asr tergolong surah Makkiyah atau yang diturunkan di Kota Makkah, Arab Saudi. Al Asr adalah surah ke-103 dalam kitab suci Alquran.

Surah Al Asr memiliki keistimewaan karena mengandung peringatan tentang waktu dan keselamatan manusia. Berikut ini isi Surah Al Asr Ayat 1 sampai 3:

Wal' asr

Artinya: "Demi masa."

Innal insaana lafee khusr

Artinya: "Sungguh, manusia berada dalam kerugian."

Il lal lazeena aamanu wa 'amilus saali haati wa tawa saw bil haqqi wa tawa saw bis sabr

Artinya: "Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."

Ilustrasi kandungan Surah Al Asr. (Foto: Freepik)

Menurut Ustadz Muchlis Almugni, Surah Al Asr menekankan pentingnya waktu sebagaimana ayat pembukanya yang bermakna "Demi masa". Salah satu keutamaan surah ini, dulu para sahabat selalu membaca surah ini untuk mengingatkan satu dengan yang lainnya.

"Imam Syafii mengatakan, siapa yang benar-benar memahami Surah Al Asr ini cukuplah baginya menjadi petunjuk," kata Ustadz Muchlis saat mengisi kajian rutin di Masjid Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Adapun kandungan Surah Al Asr Ayat 1 sampai 3 adalah:

1. Wal-'Asr (demi masa).

Al Asr berarti waktu Ashar (sore). Bisa juga dimaknai menekan sesuatu atau memeras. Surah ini mengajarkan pentingnya memanfaatkan waktu untuk hal-hal positif. Betapa banyak waktu yang kita lalui tanpa ada peningkatan iman dan amal.

Surah ini mengisyaratkan bahwa waktu itu sangat berharga. Jangan sampai kita mengisi waktu dengan perkara yang konsumtif, tapi isilah dengan hal-hal yang produktif.

"Kalau kita tidak menggunakan waktu dengan baik, maka waktu akan memenggal kita. Kalau tadi artinya memeras, maka setiap orang yang keluar untuk bekerja itu hakikatnya dia sedang memeras tenaga untuk mendapatkan sesuatu. Maka manfaatkanlah waktu yang kita punya," jelas Ustadz Muchlis.

2. Innal-insaana lafii Khusr (sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian).

Khusrin itu bisa berarti negatif. Insan bermakna lupa dan merasa senang, atau sifatnya manusia.

Artikel Asli