Mau Sertifikat Halal Gratis untuk Pelaku UMK, Begini Caranya

okezone | Muslim | Published at Kamis, 16 September 2021 - 13:00
Mau Sertifikat Halal Gratis untuk Pelaku UMK, Begini Caranya

JAKARTA - Mau sertifikat halal gratis terutama untuk pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK)? Nah, Kementerian Agama sudah memfasilitasinya sehingga mudah didapatkan. Program Sertifikasi Halal Gratis atau Sehati tahun 2021 telah diperkenalkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas .

Pelaksana Tugas Kepala BPJPH Kemenag Mastuki menjelaskan, peserta program ini adalah untuk UMK dengan produk yang terkategori dikenai kewajiban bersertifikat halal sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Undang-undang No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Produk tersebut adalah barang dan/atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Jadi, program ini hanya dapat diikuti bagi pelaku UMK dengan produk seperti diatur dalam Pasal 1 UU JPH. Sebagai contoh, misalnya UMK dengan produk makanan dan minuman tentunya termasuk di sini," jelas Mastuki yang juga Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH.

"Produk makanan dan minuman juga merupakan jenis produk yang telah dikenai penahapan kewajiban bersertifikat halal sebagaimana telah diberlakukan sejak tanggal 17 Oktober 2019 hingga tanggal 17 Oktober 2024," sambungnya melansir laman Kemenag, Kamis (16/9/2021).

Untuk mengikuti program Sehati, lanjut Mastuki, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelaku UMK, baik persyaratan umum maupun persyaratan khusus.

Ada lima persyaratan umum yang wajib dipenuhi oleh pelaku UMK, yaitu:

a. Belum pernah mendapatkan Fasilitasi Sertifikasi Halal dan tidak sedang/akan menerima Fasilitasi Sertifikasi Halal dari pihak lain;

b. Memiliki aspek legal yaitu Nomor Induk Berusaha (NIB);

c. Memiliki modal usaha/aset di bawah Rp2 Miliar yang dibuktikan dengan data yang tercantum dalam NIB);

d. Melakukan usaha dan berproduksi secara kontinu minimal 3 (tiga) tahun;

Artikel Asli