Gay dalam Pandangan Islam, Meskipun Mandi dari Tiap Tetesan Hujan Masih Tetap Najis

okezone | Muslim | Published at 15/09/2021 11:46
Gay dalam Pandangan Islam, Meskipun Mandi dari Tiap Tetesan Hujan Masih Tetap Najis

GAY atau praktik homoseksual antar sesama laki-laki sudah sangat jelas difatwakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia Nomor 57 Tahun 2014. Bahkan ajaran Islam sudah lebih jauh sebelumnya melarang praktik sejelek-jelek perbuatan keji tersebut yang tidak layak dilakukan oleh manusia normal.

Allah telah menciptakan manusia terdiri dari laki-laki dan perempuan, dan menjadikan perempuan sebagai tempat laki-laki menyalurkan nafsu bilogisnya, dan demikian sebaliknya. Sedangkan prilaku homoseksual semoga Allah melindungi kita darinya keluar dari makna tersebut dan merupakan bentuk perlawanan terhadap tabiat yang telah Allah ciptakan itu. Prilaku homoseksual merupakan kerusakan yang amat parah. Padanya terdapat unsur-unsur kekejian dan dosa perzinaan, bahkan lebih parah dan keji daripada perzinaan.

Syaikh Nabil Muhammad Mahmud menjelaskan aiib wanita yang berzina tidaklah seperti aib laki-laki yang melakukan homoseksual. Kebencian dan rasa jijik terhadap orang yang berbuat zina tidak lebih berat daripada kebencian dan rasa jijik terhadap orang yang melakukan homoseksual. Sebabnya adalah meskipun zina menyelisihi syariat, akan tetapi zina tidak menyelisihi tabiat yang telah Allah ciptakan (di antara laki-laki dan perempuan). Sedangkan homoseks menyelisihi syariat dan tabiat sekaligus.

Para alim ulama telah sepakat tentang keharaman homoseksual. Allah Subhanahu wa Taala dan rasul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam telah mencela dan menghina para pelakunya.

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya. Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampui batas [QS. Al-Araf/7: 80-81]

Dalam kisah kaum Nabi Luth ini tampak jelas penyimpangan mereka dari fitrah. Sampai-sampai ketika menjawab perkataan mereka, Nabi Luth mengatakan bahwa perbuatan mereka belum pernah dilakukan oleh kaum sebelumnya.

Artikel Asli