Sholawat Jibril Pernahkah Nabi Muhammad SAW Memberi Contoh?

Muslim | okezone | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 08:48
Sholawat Jibril Pernahkah Nabi Muhammad SAW Memberi Contoh?

SHOLAWAT Jibril apakah Nabi Muhammad SAW pernah mencontohkannya sehingga menjadi amalan sunah bagi umatnya hingga akhir zaman. Bagi kaum Muslimin amalan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah ibadah yang dianjurkan.

Ustadz Umar Alfaruq dalam pesannya menjelaskan Sholawat Jibril berlandaskan dari hadits palsu dan sholawat nuridzati pun demikian dikarang oleh Sufi Syadzili yang tidak ada petunjuknya dari sunah.

"Sebaik baik sholawat adalah apa yang telah diajarkan oleh Nabi dan apa yang telah dibaca sahabat Nabi karena mereka merekalah sebaik baik contoh," ujarnya.

Jika benar Sholawat JIbril itu ada, kata dia, maka tentulah Nabi Muhammad SAW sudah memberi contoh dan mengajarkan terlebih dahulu.

Sementara itu Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal menjelaskan setiap amalan ibadah tentu harus berlandasakan apa yang telah dicontohkan dan dikerjakan oleh Rasulullah SAW. Sehingga amalan ibadah mempunyai landasan dalil yang jelas, bukan hanya karena hawa nafsu manusia semata.

Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW memang sangat dianjurkan terutama sekali pada Kamis malam Jumat atau pada Hari Jumat.

Adapaun keutamaan bersholawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam yakni;

Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa bershalawat kepadaku atau meminta agar aku mendapatkan wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat nanti. (Hadits ini terdapat dalam Fadhlu Ash Sholah alan Nabiy no. 50, Ismail bin Ishaq Al Jahdiy. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal menjelaskan, dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. (HR. Muslim no. 408)

Di antara sholawat yang dianjurkan dan dicontohkan dapat diamalkan adalah:

1. Dari Zaid bin Abdullah berkata bahwa sesungguhnya mereka dianjurkan mengucapkan,

Allahumma sholli ala Muhammad an nabiyyil ummiyyi. [Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad Nabi yang Ummi] (Fadhlu Ash Sholah alan Nabi shallallahu alaihi wa sallam no. 60. Syaikh Al Albani mengomentari bahwa hadits ini shohih)

2. Dari Kaab bin Ujroh, beliau mengatakan,

Wahai Rasulullah, kami sudah mengetahu bagaimana kami mengucapkan salam padamu. Lalu bagaimana kami bershalawat padamu? Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Ucapkanlah,

Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad kama shollaita ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid [Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi shalawat kepada kerabat Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia] (Fadhlu Ash Sholah alan Nabi shallallahu alaihi wa sallam no. 56. Syaikh Al Albani mengomentari bahwa sanad hadits ini shohih)

Artikel Asli