Ini Sosok Syekh Belaid Ahli Kaligrafi Alquran yang Donorkan Darah untuk Ustadz Yusuf Mansur

okezone | Muslim | Published at 22/07/2021 12:35
Ini Sosok Syekh Belaid Ahli Kaligrafi Alquran yang Donorkan Darah untuk Ustadz Yusuf Mansur

USTADZ Yusuf Mansur saat ini sedang dirawat di rumah sakit karena Hb darahnya sangat rendah. Berbagai tokoh pun mendonorkan darah untuk UYM. Salah satunya Syekh Belaid Hamidi yang merupakan penulis mushaf Alquran Kerajaan Maroko.

"Ada 10 orang yang disiapkan (menjadi pendonor darah, red). Nanti 4 diambil yang terbaik dan yang paling pas. Semuanya penghafal Quran terbaik kelas dunia," ungkap Ustadz Yusuf Mansur dalam unggahan di akun Instagram-nya @yusufmansurnew, Rabu 21 Juli 2021.

UYM menjelaskan, salah satunya adalah Syekh Belaid asal Maroko. Ia merupakan penulis kaligrafi Alquran Kerajaan Maroko dan Jordania. Syekh Belaid juga kerap menjadi juri kaligrafi musabaqah internasional yang sudah menulis begitu banyak mushaf Quran langsung dengan tangannya dan menulisnya di berbagai negara di dunia yang dikunjungi. Pesanan resmi berbagai negara Muslim di dunia.

Syekh Belaid Hamidi pendonor darah untuk Ustadz Yusuf Mansur. (Foto: Idaqu.ac.id/Hamidionline.net)

Ustadz Yusuf Mansur mengungkapkan, dirinya mendapat kehormatan karena Syekh Belaid membubuhkan namanya sekian tahun lalu di salah satu halaman, di salah satu mushaf yang ditulis dengan tangannya. Ini menjadi kebiasaan Syekh Belaid saat bertemu ahlul-ahlul Quran di negara yang menjadi tempatnya menulis Quran dengan tangannya.

"Enggak nyangka bila kemudian, kini di Juli 2021, darahnya Syekh Belaid, insyaaAllah akan menyatu dengan darah saya. Ini sungguh hikmah yang luar biasa dari dropnya keadaan saya, akibat kurang darah sampe setengah. Katanya normalnya kalau laki-laki 14. Lah saya 5, setengahnya saja enggak nyampe," jelasnya.

Dikutip dari laman Institut Daarul Qur'an (IDAQU), Syekh Belaid Hamidi lahir pada tahun 1959 di Ain Lauh, Kerajaan Maroko. Beliau menggeluti dunia mengajar sejak muda. Pada awalnya, ia adalah pengajar di sebuah desa terpencil di tinggalnya. Berkat prestasi dan kemampuan dalam dunia pendidikan, akhirnya Syekh Belaid dipanggil untuk mengajar di Madrasah Maulawiyah, sebuah madrasah yang berada di lingkungan istana, di mana keluarga kerajaan bersekolah.

Dikarenakan ingin menyebarkan ilmu yang selama ini digemari, Syekh Belaid mengajukan pengunduran dirinya dari madrasah tersebut. Sekarang Syekh Belaid Hamidi menetap di Mesir dan menjadi musyrif sekaligus pengajar khot di Markaz Halqah al Khairiyyah di Maidan Husain, di mana mayoritas murid-muridnya juga mahasiswa Al Azhar.

Artikel Asli