Warga Non Muslim Sumbang Hewan Kurban, Bagaimana Pandangan Islam?

okezone | Muslim | Published at 20/07/2021 09:56
Warga Non Muslim Sumbang Hewan Kurban, Bagaimana Pandangan Islam?

WARGA NON MUSLIM sumbang hewan kurban bagaimana hukumnya dalam Islam? Apa yang harus dilakukan tokoh agama atau panitia penyembelihan hewan kurban. Patut dingat berkurban saat Hari Raya Idul Adha adalah salah satu bentuk ibadah yang membutuhkan niat.

Oleh karenanya disyaratkan pelakunya harus Muslim. Ini adalah ketentuan umum untuk setiap ibadah yang membutuhkan niat. Memang ada beberapa persoalan tertentu bahwa niatnya non-Muslim dinyatakan sah, tapi ibadah kurban tidak masuk dalam persoalan yang dikecualikan tersebut.

Syekh Muhammad bin Ali Baathiyah berkata

Faidah. Di antara syarat-syarat niat adalah islamnya orang yang niat. Tidak disyaratkan islamnya dalam beberapa persoalan yang disebutkan oleh pengarang kitab al-Mawakib al-Aliyyah, yaitu ada lima kasus, (Syekh Muhammad bin Ali bin Muhammad Baathiyah, Ghayah al-Muna Syarh Safinah al-Saja, hal. 159).


Meski tidak sah atas nama kurban, bukan berarti sumbangan binatang kurban yang diberikan oleh non-Muslim tidak memiliki manfaat sama sekali. Binatang tersebut tetap boleh diterima atas nama sedekah. Dari sedekah itu, non-Muslim tetap mendapat manfaat pahalanya. Para ulama menegaskan, amal ibadah non-Muslim yang tidak membutuhkan niat, seperti sedekah, dicatatkan pahalanya untuk sang pelaku, bisa bermanfaat di dunia dengan memperbanyak rezeki dan meringankan siksaan di akhirat.

Syekh Sulaiman al-Jamal menegaskan:

Orang yang menghidupi bumi mati maka ia mendapat pahalanya. Apa yang dimakan para pencari rezeki dari tanah tersebut adalah sedekah untuknya, (Hadits riwayat al-Nasai dan lainnya, disahihkan oleh Ibnu Hibban).

( ) . .

Ucapan Syekh Zakariyya, para pencari rezeki, maksudnya manusia, binatang atau burung. Di dalam hadits tersebut menunjukan bahwa kafir dzimmi tidak diperbolehkan menghidup-hidupi bumi mati, karena pahala tidak dapat didapat kecuali oleh seorang muslim.

Aku berkata, petunjuk bahwa hadits tersebut melarang menghidupi bumi mati bagi kafir dzimmi ditolak. Sabda Nabi; maka sedekah baginya; tidak bisa diambil kesimpulan mengkhususkan kepada muslim, sebab orang kafir sah bersedekah dan mendapat pahala atasnya. Adapun di dunia, dengan banyaknya harta dan anak. Adapun di akhirat, dengan diringankan siksa seperti anjuran-anjuran syariat lainnya yang tidak membutuhkan niat, berbeda dengan ibadah yang membutuhkan niat, maka tidak sah dilakukan oleh orang kafir, (Syekh Sulaiman al-Jamal, Hasyiyah al-Jamal, juz 3, hal. 561).

Artikel Asli